Penjara Bolivia Berikan Remisi pada Narapidana yang Mau Membaca Buku

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Jaqueline dan sesama narapidana membaca buku di penjara La Paz, Bolivia 29 April 2022. REUTERS/ Claudia Morales

TEMPO.CO, Jakarta - Narapidana di penjara Bolivia yang penuh sesak sekarang dapat mengurangi masa tahanan dengan membaca buku dalam program baru yang terinspirasi Brasil untuk menyebarkan literasi dan memberi harapan.

Program "Buku di balik jeruji besi" ini menawarkan para narapidana kesempatan untuk keluar dari penjara beberapa hari atau minggu sebelum tanggal pembebasan mereka. Bolivia tidak memiliki hukuman seumur hidup atau hukuman mati, tetapi penahanan pra-sidang dapat berlangsung selama bertahun-tahun karena sistem peradilan yang lambat.

Program ini telah diluncurkan di 47 penjara yang tidak memiliki sumber daya untuk membayar pendidikan, program reintegrasi atau bantuan sosial bagi para tahanan, kata Kantor Ombudsman negara di Pegunungan Andes itu.

Sejauh ini, 865 narapidana sedang menyaring prosa, meningkatkan keterampilan membaca dan menulis mereka. Salah satunya adalah Jaqueline, yang telah membaca delapan buku dalam setahun dan telah lulus empat tes membaca.

"Sangat sulit bagi orang-orang seperti kami yang tidak memiliki penghasilan dan tidak memiliki keluarga di luar," kata Jaqueline. "Ada orang di sini, misalnya, yang baru belajar membaca dan menulis."

Nadia Cruz dari kantor Ombudsman mengatakan, niatnya untuk mendorong narapidana menunggu persidangan.

"Itu penting karena apa yang dikurangi (pada hukuman) relatif sedikit, beberapa jam atau hari dalam beberapa kasus, tergantung pada apa yang diputuskan dewan," katanya kepada Reuters, Selasa, 3 Mei 2022.

Dengan gaji harian 8 bolivianos (sekutar Rp17 ribu), orang Bolivia yang dipenjara dipaksa bekerja untuk bisa makan dan membayar biaya pengadilan yang tinggi untuk dibebaskan.

Penjara telah lama menderita karena kondisi penuh sesak dan tidak sehat, dengan beberapa tahanan melakukan protes atas kurangnya perawatan kesehatan, menurut Human Rights Watch.

Di tengah kesulitan-kesulitan ini, belajar membaca bisa seperti melarikan diri dari tembok penjara, setidaknya dalam pikiran, kata Mildred, seorang narapidana di penjara wanita Obraje di kota dataran tinggi La Paz.

"Ketika saya membaca, saya berhubungan dengan seluruh alam semesta. Dinding dan palang menghilang," katanya.

Reuters






Lapas Manado Dikepung Banjir, Ratusan Narapidana Dievakuasi

1 hari lalu

Lapas Manado Dikepung Banjir, Ratusan Narapidana Dievakuasi

"Petugas Lapas harus mengevakuasi warga binaan dan sejumlah inventaris kantor," kata Murdiana.


Dua Napi Sukamiskin Bebas, Akun Anas Urbaningrum Posting Foto di Twitter

2 hari lalu

Dua Napi Sukamiskin Bebas, Akun Anas Urbaningrum Posting Foto di Twitter

Menurut Dedi, dua narapidana itu bergaul dengan Anas Urbaningrum selama di Lapas Sukamiskin.


7 Aktivitas Bermanfaat Sebelum Tidur

4 hari lalu

7 Aktivitas Bermanfaat Sebelum Tidur

Mandi air hangat satu jam sebelum waktu tidur meningkatkan rasa kantuk


6 Tujuan Mencari Jeda Luang untuk Me Time

6 hari lalu

6 Tujuan Mencari Jeda Luang untuk Me Time

Me time sebagai upaya sadar untuk meluangkan waktu mengisi ulang energi tubuh dan mental


26 Narapidana Dapat Remisi Imlek 2023

7 hari lalu

26 Narapidana Dapat Remisi Imlek 2023

Menurut Kemenkumham, pemberian remisi khusus Imlek juga menghemat pengeluaran negara dalam anggaran makan narapidana. Hemat hampir Rp 14,8 juta.


Melihat Narapidana di Rutan Jambe Produksi Sepatu Rutira, Cocok untuk Jogging dan Senam

17 hari lalu

Melihat Narapidana di Rutan Jambe Produksi Sepatu Rutira, Cocok untuk Jogging dan Senam

Belasan narapidana di Rutan Jambe mampu memproduksi sepatu jenis sneaker dengan merek Rutira yang diklaim enteng dan kuat


Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Ditolak Masuk Peru

19 hari lalu

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Ditolak Masuk Peru

Penolakan Evo Morales terjadi di tengah protes mematikan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu di Peru.


Minat Baca Masyarakat Masih Rendah, Ternyata Ini Sebabnya

32 hari lalu

Minat Baca Masyarakat Masih Rendah, Ternyata Ini Sebabnya

UNESCO menyatakan minat baca masyarakat Indonesia tidak mencapai 0,1 persen. Ternyata tiga hal ini pemicunya.


Pemusnahan 670 Ponsel Milik Napi Rutan Salemba, Ini 22 Larangan bagi Narapidana

36 hari lalu

Pemusnahan 670 Ponsel Milik Napi Rutan Salemba, Ini 22 Larangan bagi Narapidana

Sebanyak 670 gawai dan barang elektronik milik narapidana atau napi dimusnahkan petugas Rutan Salemba Kelas A1, Jakarta Pusat. Ini larangan narapidana


Kemenkumham DKI Musnahkan 670 Handphone Milik Narapidana

36 hari lalu

Kemenkumham DKI Musnahkan 670 Handphone Milik Narapidana

Narapidana yang ketahuan membawa handphone bisa tidak mendapat remisi dan dimasukkan ke sel pengasingan.