Perang Rusia Ukraina Diprediksi Berakhir Awal Mei, Apa Kata Dubes?

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva memberikan keterangan pers di Rumah Dinas Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Jakarta, Rabu, 23 Maret 2022. Vorobieva mengatakan kehadiran Putin akan ditentukan oleh berbagai hal. Namun hingga kini Putin berniat hadir di KTT G20 Bali. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, membahas soal operasi militer negaranya ke Ukraina yang diprediksi oleh pejabat Barat akan berakhir pada bulan Mei. Menurut Vorobieva, target kemenangan Rusia sejatinya akan disampaikan langsung oleh Presiden Vladimir Putin, bukan perkiraan eksternal.

"Tentu kita ingin secepatnya selesai, tapi berapa lama pencapaian target akan ditentukan oleh presiden. Lebih cepat lebih baik," kata Vorobieva saat diwawancarai Tempo di rumah dinas kedutaan besar Rusia, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 15 April 2022.

Vorobieva enggan mengomentari spekulasi besarnya pasukan yang akan dikerahkan Rusia. Menurut dia, operasi militernya bagian dari strategi dan tidak diberikan kepada publik.

Sebelumnya, CNN mendapat informasi dari pejabat Amerika Serikat, yang tidak ingin disebutkan namanya, bahwa Rusia telah merevisi strateginya di Ukraina untuk fokus merebut Donbas dan wilayah lain di Ukraina timur pada awal Mei. Kyiv Independent melansir pada 3 April 2022.

Menurut para pejabat, Putin berada di bawah tekanan untuk menunjukkan kemenangan. Intelijen AS, memperkirakan Putin berfokus mencapai kemenangan di Ukraina pada 9 Mei 2022 yang disebutnya sebagai 'Hari Kemenangan' Rusia.

Saat melakukan pertemuan dengan pemimpin Belarusia pada Selasa, 12 April, Putin mengatakan operasi militer Moskow di Ukraina tidak diragukan lagi akan mencapai tujuan mulia. Putin menyebut Moskow tidak punya pilihan lain selain meluncurkan perang dengan pasukan anti-Rusia si Ukraina.

Putin menuturkan tujuan utama intervensi militer Moskow di Ukraina adalah untuk menyelamatkan orang-orang di wilayah Donbas, Ukraina timur, tempat separatis yang didukung Rusia telah memerangi pasukan rezim Kyiv sejak 2014. Kendati begitu, Putin tidak menyampaikan kapan operasi militernya akan berakhir.

Perang Rusia Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022. Barat mengecam keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan memberlakukan sanksi dan mengisolasi Negeri Beruang Merah dari forum internasional.

Baca: Istri Tokoh Pro-Rusia Tuding Ukraina Siksa Suaminya

DANIEL AHMAD | THE KYIV INDEPENDENT






Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

51 menit lalu

Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

Sejumlah pendeta Kristen orthodox dari Kyiv Pechersk Lavra dibawa ke meja hijau atas tuduhan telah mengglorifikasi Rusia


Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

1 jam lalu

Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

Jerman mengirimkan 7 tank tua Gepard ke Ukraina musim semi ini, menambah 30 tank pertahanan udara yang sudah digunakan untuk melawan Rusia


Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

2 jam lalu

Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

Komisi Eropa merasa tidak perlu meminta maaf ke Ukraina terkait ucapan Ursula Von Der Leyen, yang mengklaim militer Ukraina kehilangan 100 ribu jiwa


2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

3 jam lalu

2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

NUG sebagai pemerintah sipil Myanmar yang diakui dunia, juga mendesak sekutu untuk memberikan bantuan militer seperti halnya Ukraina


Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

5 jam lalu

Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

Serbia menunjuk Aleksandar Vulin, mantan mendagri pro-Rusia sebagai kepala badan intelijen


Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

6 jam lalu

Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

Zelensky berbicara setelah pertukaran tahanan baru dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia.


Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

8 jam lalu

Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

Angkatan bersenjata Ukraina telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang, Rusia diperkirakan kehilangan 15 ribu tentaranya


Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

9 jam lalu

Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

Teror bom surat meluas di Spanyol. Setelah kantor perdana menteri dan kedutaan Ukraina, kini giliran kedubes Amerika Serikat di Madrid mendapat paket


NATO Ingatkan Jangan Ada Ketergantungan Ekonomi pada China

9 jam lalu

NATO Ingatkan Jangan Ada Ketergantungan Ekonomi pada China

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan konsekuensi keamanan saat terlibat dengan kekuatan otoriter seperti China.


Sergei Lavrov: NATO Biang Kerok Ketegangan di Laut Cina Selatan

10 jam lalu

Sergei Lavrov: NATO Biang Kerok Ketegangan di Laut Cina Selatan

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh NATO mengobarkan ketegangan di wilayah yang dekat dengan China.