WHO: Terjadi Peningkatan 43 Persen Kematian Global akibat COVID-19

Reporter

Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terpampang di pintu masuk kantor pusatnya di Jenewa, 25 Januari 2015. [REUTERS / Pierre Albouy / File Foto]

TEMPO.CO, Jakarta -Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lonjakan 43 persen kematian akibat COVID-19 secara global pekan lalu, meski jumlah kasus terus menurun di seluruh dunia.

Dalam laporan epidemiologi mingguannya, WHO mengatakan 45 ribu kematian terkait COVID-19 dilaporkan pada akhir pekan 27 Maret. Jumlah ini naik dari 33 ribu kasus pada pekan sebelumnya. Lonjakan itu menyusul minggu sebelumnya ketika jumlah kematian turun 23 persen.

“Lonjakan ini didorong oleh perubahan definisi kematian COVID-19 di negara-negara di kawasan Amerika dan penyesuaian retrospektif yang dilaporkan dari India dan kawasan Asia Tenggara,” demikian laporan WHO seperti dilansir The Hill, Rabu lalu.

WHO menambahkan bahwa Chile, Amerika Serikat, India, Rusia, dan Korea Selatan menduduki daftar teratas dengan jumlah kematian mingguan baru tertinggi yang dilaporkan.

Sebagai contoh, Chile mengalami jumlah kematian tertinggi, 11.858 jiwa, atau naik 1.710 persen dari minggu sebelumnya. Amerika Serikat mengalami peningkatan jumlah kematian yang lebih kecil tetapi masih signifikan, yakni 5.367 kematian baru atau meningkat 8 persen.

Sementara jumlah kasus baru secara keseluruhan turun secara global, tiga negara Eropa – Jerman, Italia dan Prancis – mengalami peningkatan kasus baru dari minggu sebelumnya.

Jerman dan Italia melaporkan peningkatan, masing-masing dua dan enam persen, sementara Prancis melaporkan 845.119 kasus baru atau peningkatan 45 persen.

WHO telah menyatakan keprihatinannya bahwa banyak negara dalam beberapa pekan terakhir mengumumkan rencana untuk menghentikan program pengujian komprehensif dan berbagai tindakan pengawasan lainnya. Menurut WHO, pengenduran protokol demikian melumpuhkan upaya untuk melacak penyebaran virus COVID-19 secara akurat.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Asia Lampaui 100 Juta, Lockdown Tidak Efektif?

SUMBER: THE HILL

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

20 jam lalu

Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

Calon penumpang di Stasiun Sukabumi itu marah karena ditolak naik KA Pangrango karena belum vaksin. Merusak kaca loket dan melukai seorang petugas.


Akan Diujicoba, Calon Vaksin Ebola Tiba di Uganda

1 hari lalu

Akan Diujicoba, Calon Vaksin Ebola Tiba di Uganda

Wabah ebola telah menginfeksi 142 orang di Uganda, dan menyebabkan sedikitnya 56 orang meninggal.


Konser DWP 2022 Dimulai Hari Ini, Polisi Siapkan Pengamanan Sesuai SOP

1 hari lalu

Konser DWP 2022 Dimulai Hari Ini, Polisi Siapkan Pengamanan Sesuai SOP

Festival Musik Djakarta Warehouse Project atau DWP bakal digelar hari ini, 9 Desember 2022. Polisi telah menyiapkan pengamanan dengan mengacu pada SOP


Sentralitas ASEAN Diharapkan Redakan Ketegangan

1 hari lalu

Sentralitas ASEAN Diharapkan Redakan Ketegangan

ASEAN diproyeksikan dapat tetap terbuka dan inklusif di tengah ancaman polarisasi kekuatan global utama.


Twitter Hentikan Kebijakan Informasi COVID-19 yang Menyesatkan

1 hari lalu

Twitter Hentikan Kebijakan Informasi COVID-19 yang Menyesatkan

Twitter secara diam-diam berhenti memberlakukan kebijakan informasi COVID-19 yang menyesatkan.


Vaksin Booster Kedua Diakselerasi, DKI: Kasus Meninggal Covid-19 Akibat Komorbid Berat

1 hari lalu

Vaksin Booster Kedua Diakselerasi, DKI: Kasus Meninggal Covid-19 Akibat Komorbid Berat

Vaksin booster kedua untuk menekan penularan COVID-19 khususnya bagi masyarakat pemilik penyakit penyerta.


Piala Dunia Qatar, Suporter Negara Lain Diminta Waspada Flu Unta

2 hari lalu

Piala Dunia Qatar, Suporter Negara Lain Diminta Waspada Flu Unta

MERS adalah satu dari delapan risiko infeksi potensial yang secara teoritis dapat muncul selama Piala Dunia Qatar 2022.


Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

2 hari lalu

Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

Covid-19 telah bermutasi menjadi kasus dengan gejala ringan.


Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

2 hari lalu

Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Polda Metro Jaya menyiapkan Samsat Keliling untuk memfasilitasi masyarakat di 14 titik Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.


Banjir Beras di Atas Kertas

2 hari lalu

Banjir Beras di Atas Kertas

Polemik data beras kian meruncing.