Lawan Politik Putin Navalny Divonis 9 Tahun, Pengacaranya Ditangkap

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny berbicera dengan pengacaranya saat pengumuman putusan pengadilan di Moskow, Rusia pada 2 Februari 2021. Menurut Navalny, vonis itu merupakan wujud ketakutan dan kebencian Presiden Rusia Vladimir Putin terhadap dirinya. Press Service of Simonovsky District Court/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Lawan politik Vladimir Putin, Alexei Navalny, dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh pengadilan Rusia dalam kasus penipuan skala besar dan penghinaan terhadap pengadilan, Selasa, 22 Maret 2022.

Navalny saat ini sedang menjalani hukuman penjara 2,5 tahun di Moskow karena pelanggaran bebas bersyarat. Tidak itu saja, polisi juga menahan kedua pengacaranya segera setelah sidang.

Ia sebelumnya divonis bersalah dalam kasus pelanggaran pembebasan bersyarat terkait dengan tuduhan yang menurutnya dibuat untuk menggagalkan ambisi politiknya. Hukumannya saat ini akan dimasukkan dalam hukuman yang dijatuhkan pada hari Selasa, kata pengacaranya.

Setelah vonis jatuh, Navalny bereaksi di Twitter. "Saya ingin mengatakan: dukungan terbaik untuk saya dan tahanan politik lainnya bukanlah simpati dan kata-kata baik, tetapi tindakan. Setiap aktivitas melawan rezim Putin yang licik dan pencuri. Setiap oposisi terhadap penjahat perang ini," demikian ia menulis dalam unggahannya.

Navalny dipenjara tahun lalu ketika dia kembali ke Rusia setelah menerima perawatan medis di Jerman menyusul serangan dengan racun saraf gaya Soviet selama kunjungan ke Siberia pada 2020. Navalny menyalahkan Presiden Vladimir Putin atas serangan itu.

Kremlin mengatakan tidak melihat bukti bahwa Navalny diracun dan menyangkal peran Rusia jika dia diracun.

Pihak berwenang Rusia telah menyebut Navalny dan para pendukungnya sebagai subversif yang bertekad untuk mengacaukan Rusia dengan dukungan dari Barat. Banyak sekutu Navalny melarikan diri dari Rusia demi menghadapi pembatasan atau penjara di dalam negeri.

Gerakan oposisi Navalny telah diberi label "ekstremis" dan dibungkam, meskipun para pendukungnya terus mengekspresikan sikap politik mereka, termasuk penentangan terhadap intervensi militer Moskow di Ukraina, di media sosial.

Polisi Rusia menahan dua pengacara Navalny tak lama setelah pengadilan menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara atas penipuan dan penghinaan terhadap pengadilan, menurut seorang reporter Reuters di tempat kejadian.

Pengacara Olga Mikhailova dan Vadim Kobzev mengatakan Navalny akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan. Tidak jelas alasan penangkapan kedua pengacara tersebut.

Reuters






Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

46 menit lalu

Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

Komisi Eropa merasa tidak perlu meminta maaf ke Ukraina terkait ucapan Ursula Von Der Leyen, yang mengklaim militer Ukraina kehilangan 100 ribu jiwa


2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

59 menit lalu

2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

NUG sebagai pemerintah sipil Myanmar yang diakui dunia, juga mendesak sekutu untuk memberikan bantuan militer seperti halnya Ukraina


Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

3 jam lalu

Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

Serbia menunjuk Aleksandar Vulin, mantan mendagri pro-Rusia sebagai kepala badan intelijen


Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

3 jam lalu

Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

Zelensky berbicara setelah pertukaran tahanan baru dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia.


Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

4 jam lalu

Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

Biden menempatkan tanggung jawab untuk mengakhiri perang, yang dimulai dengan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, kepada Putin.


Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

6 jam lalu

Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

Angkatan bersenjata Ukraina telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang, Rusia diperkirakan kehilangan 15 ribu tentaranya


Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

7 jam lalu

Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

Teror bom surat meluas di Spanyol. Setelah kantor perdana menteri dan kedutaan Ukraina, kini giliran kedubes Amerika Serikat di Madrid mendapat paket


NATO Ingatkan Jangan Ada Ketergantungan Ekonomi pada China

7 jam lalu

NATO Ingatkan Jangan Ada Ketergantungan Ekonomi pada China

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan konsekuensi keamanan saat terlibat dengan kekuatan otoriter seperti China.


Sergei Lavrov: NATO Biang Kerok Ketegangan di Laut Cina Selatan

8 jam lalu

Sergei Lavrov: NATO Biang Kerok Ketegangan di Laut Cina Selatan

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh NATO mengobarkan ketegangan di wilayah yang dekat dengan China.


Top 3 Dunia: NATO Sebut Putin Paksa Warga Ukraina Membeku di Musim Dingin

9 jam lalu

Top 3 Dunia: NATO Sebut Putin Paksa Warga Ukraina Membeku di Musim Dingin

Berita Top 3 Dunia pada Kamis 1 Desember 2022 diawali oleh berita tentang NATO yang menuding Putin ingin membekukan rakyat Ukraina di musim dingin