Tokoh Oposisi Rusia Serukan Demo Besar Minggu, Sebut Putin Maniak Gila

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Seorang pengunjuk rasa yang mengenakan topeng Presiden Rusia Vladimir Putin memegang uang kertas palsu saat ia berdiri di depan poster Alexei Navalny menjelang pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Jenewa, Swiss, 15 Juni 2021. [REUTERS /Denis Balibouse]

TEMPO.CO, Jakarta - Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny, yang saat ini dipenjara karena menentang Presiden Vladimir Putin, menyerukan protes anti-perang di Moskow dan kota-kota lain pada hari Minggu, 13 Maret 2022.

"Putin maniak gila akan paling cepat dihentikan oleh orang-orang Rusia sekarang jika mereka menentang perang," kata sebuah pesan di akun Instagram Navalny.

"Anda harus ikut demonstrasi anti-perang setiap akhir pekan, bahkan jika tampaknya semua orang ketakutan. Anda adalah tulang punggung gerakan melawan perang dan kematian," katanya.

Rusia melancarkan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari 2022 yang menjadi serangan terbesar di negara Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Moskow menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi khusus" untuk melucuti senjata dan "denazifikasi" Ukraina.

Sedangkan Ukraina dan sekutu Barat menyebut ini sebagai dalih tak berdasar untuk perang yang telah menimbulkan kekhawatiran akan konflik lebih luas di Eropa.

Kelompok pemantau protes OVD Info mengatakan 13.908 orang telah ditahan dalam demonstrasi anti-perang di Rusia sejak awal invasi.

Navalny dipenjara tahun lalu ketika dia kembali ke Rusia setelah menerima perawatan medis di Jerman menyusul serangan racun saraf selama kunjungan ke Siberia pada 2020. Pihak berwenang Rusia membantah melakukan serangan semacam itu.

Navalny mampu mempublikasikan unggahan di media sosial melalui pengacara dan sekutunya.

Reuters






Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

2 menit lalu

Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

Di antara aset yang dibekukan itu adalah 15 unit properti milik lembaga dan individu asal Rusia yang masuk daftar sanksi


Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

1 jam lalu

Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

Sejumlah pendeta Kristen orthodox dari Kyiv Pechersk Lavra dibawa ke meja hijau atas tuduhan telah mengglorifikasi Rusia


Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

1 jam lalu

Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

Jerman mengirimkan 7 tank tua Gepard ke Ukraina musim semi ini, menambah 30 tank pertahanan udara yang sudah digunakan untuk melawan Rusia


Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

3 jam lalu

Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

Komisi Eropa merasa tidak perlu meminta maaf ke Ukraina terkait ucapan Ursula Von Der Leyen, yang mengklaim militer Ukraina kehilangan 100 ribu jiwa


2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

3 jam lalu

2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

NUG sebagai pemerintah sipil Myanmar yang diakui dunia, juga mendesak sekutu untuk memberikan bantuan militer seperti halnya Ukraina


Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

5 jam lalu

Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

Serbia menunjuk Aleksandar Vulin, mantan mendagri pro-Rusia sebagai kepala badan intelijen


Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

6 jam lalu

Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

Zelensky berbicara setelah pertukaran tahanan baru dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia.


Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

6 jam lalu

Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

Biden menempatkan tanggung jawab untuk mengakhiri perang, yang dimulai dengan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, kepada Putin.


Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

8 jam lalu

Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

Angkatan bersenjata Ukraina telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang, Rusia diperkirakan kehilangan 15 ribu tentaranya


Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

9 jam lalu

Teror Bom Surat di Spanyol Meluas, Terakhir Kedutaan AS Jadi Sasaran

Teror bom surat meluas di Spanyol. Setelah kantor perdana menteri dan kedutaan Ukraina, kini giliran kedubes Amerika Serikat di Madrid mendapat paket