Arroyo Dilantik Menjadi Presiden Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Saya, Gloria Macapagal Arroyo, Wakil Presiden Filipina, dengan kesungguhan dan kerendahan hati, akan melaksanakan tugas-tugas saya sebagai presiden Filipina, kata Arroyo dengan emosional saat disumpah untuk menjadi Presiden Filipina ke-14, Sabtu (20/1) pukul 12.00 waktu setempat. Sumpah ini dibacakannya dihadapan puluhan ribu pendukungnya yang berkumpul di jalan suci Epifanio de los Santos Avenue (EDSA), Manila, Filipina.

    Kesempatan untuk memimpin Filipina bagi putri mantan Presiden Filipina ke-5, Diosdado Macapagal ini datang setelah rakyat Filipina kembali membuktikan kekuatan people power untuk menjatuhkan presiden Joseph Erap Estrada dari tampuk kekuasaannya. Sebelumnya rakyat Filipina juga telah membuktikan kekuatan people power ini untuk meruntuhkan diktator Ferdinand Marcos pada 22-25 Februari 1986.

    Estrada terpaksa melepaskan kursi kepresidenannya setelah muncul ultimatum Wakil Presiden Gloria Macapagal-Arroyo dan para pemimpin oposisi. Ia didesak mundur akibat isu korupsi dan suap yang dilakukannya selema memerintah, sebelum Sabtu (20/1) pukul 06.00 waktu setempat.

    Dua jam setelah pembacaan sumpah Arroyo itu, Estrada dan keluarga meninggalkan istana Malacanang. Estrada mengatakan akan tetap tinggal hingga akhir hayatnya di negeri itu, daripada berangkat ke luar negeri seperti yang sudah dianjurkan banyak pihak. (Dian Novita/Reuters/BBC/AFP)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.