Putin Lancarkan Deterensi: Strategi Militer yang Andalkan Senjata Nuklir

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Sebuah rudal balistik antarbenua Yars Rusia diluncurkan selama latihan oleh pasukan nuklir di lokasi yang tidak diketahui di Rusia, pada 19 Februari 2022. Rudal balistik antarbenua Yars memiliki jangkauan minimum 2.000 km dan maksimum 10.500 km. Russian Defence Ministry/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Moskow -Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan Rusia dengan persenjataan nuklir untuk siaga tinggi, mulai tiga hari lalu.

Sebelumnya, Putin dalam pidato yang menandai awal Rusia invasi Ukraina mengatakan bahwa siapa pun yang menghalangi Rusia akan menerima suatu konsekuensi yang belum pernah ditemui dalam sejarah.

NATO Aliansi Nuklir

Pernyataan Putin tersebut ditanggapi oleh Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian yang menyatakan bahwa NATO merupakan aliansi senjata nuklir, tetapi memilih mengesampingkan intervensi militer untuk membela Ukraina.

“Saya rasa Presiden Valdimir Putin harus mengerti bahwa NATO adalah sebuah aliansi nuklir. Ini yang ingin saya tekankan,” kata Le Drian, Kamis, 24 Februari 2022.

Arti Deterensi

Saling ancam penggunaan senjata nuklir di antara Rusia dan NATO sering dikenal sebagai startegi deterensi.

Lalu, apa itu deterensi?

Dalam The Anatomy of Deterrence karangan Bernanrd Brodie disebutkan bahwa deterensi adalah suatu strategi yang dilakukan untuk mencegah musuh mengambil tindakan yang belum dimulai atau mencegah musuh untuk melakukan sesuatu yang diharapkan negara lain.

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 di Beijing, Cina, 4 Februari 2022. Sputnik/Aleksey Druzhinin/Kremlin via REUTERS

Strategi ini mulai dikenal sebagai strategi militer dalam era Perang Dingin.

Dalam the Diplomacy of Violence, Thomas Schelling menyatakan bahwa strategi militer yang saat ini berkembang lebih kepada suatu stertegi yang menekankan intimidasi atau deterensi.

Dalam tulisannya, Schelling menuliskan bahwa kemampuan untuk menghancurkan negara lain sudah dijadikan motivasi bagi negara lain untuk menghindarinya dan memengaruhi perilaku negara lain.

Namun, di tahun 2004, Frank C. Zagare dalam Reconciling Rationality with Deterrence, menyatakan bahwa strategi deterensi tidak konsisten secara logis, tidak akurat secara empiris, dan memiliki banyak kelemahan.

Sebagai ganti strategi deterensi klasik, para pakar mengajukan suatu strategi deterensi sempurna yang memiliki anggapan bahwa setiap negara memiliki ciri khasnya masing-masing. Putin sudah menyalakan deterensi, sebagai wujud taktik yang khas Rusia?

EIBEN HEIZER
Baca juga: 
Tas Putin Berisi Tombol Nuklir yang Disebut Cheget, Ini Cara Kerjanya

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Harga Minyak Dunia Diprediksi Melemah Besok

3 jam lalu

Harga Minyak Dunia Diprediksi Melemah Besok

Harga minyak dunia diprediksi melemah besok Senin, 30 Januari 2023 dii rentang US$ 76,40 hingga US$ 82,00 perbarel.


Rasmus Paludan Ancam Akan Bakar Al Quran Setiap Hari Jumat

11 jam lalu

Rasmus Paludan Ancam Akan Bakar Al Quran Setiap Hari Jumat

Politisi Rasmus Paludan mengancam akan melakukan pembakaran Al Quran hingga Swedia diterima jadi anggota NATO.


Top 3 Dunia: Ukraina Minta Jet Tempur F-16, Kekayaan Orang Terkaya Asia Melorot

13 jam lalu

Top 3 Dunia: Ukraina Minta Jet Tempur F-16, Kekayaan Orang Terkaya Asia Melorot

Top 3 dunia adalah Ukraina meminta jet tempur ke AS dan mengembangkan drone untuk menghadapi Rusia hingga harta taipan India turun.


Anggota Partai Zelensky Plesir ke Thailand Saat Ukraina Perang

1 hari lalu

Anggota Partai Zelensky Plesir ke Thailand Saat Ukraina Perang

Seorang anggota parlemen dari Ukraina dipecat setelah ketahuan pergi ke Thailand. Kunjungannya ke Thailand itu dikecam oleh publik.


Ukraina Klaim Barat Janjikan 321 Tank untuk Lawan Rusia

1 hari lalu

Ukraina Klaim Barat Janjikan 321 Tank untuk Lawan Rusia

Ukraina menyatakan bantuan tank yang telah dijanjikan oleh negara-negara Barat mencapai 321 tank berat. Tank ini untuk melawan Rusia.


Adik Kim Jong Un Membela Rusia, Kecam Pengiriman Tank AS ke Ukraina

1 hari lalu

Adik Kim Jong Un Membela Rusia, Kecam Pengiriman Tank AS ke Ukraina

Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong menyatakan Korea Utara membela Rusia. Ia mengecam pengiriman tank AS ke Ukraina.


Ukraina Minta Pasokan Jet Tempur F16 dari AS, Serangan Rusia Menggila

1 hari lalu

Ukraina Minta Pasokan Jet Tempur F16 dari AS, Serangan Rusia Menggila

Setelah mendapat kepastian bantuan tank moderen Leopard 2, Abrams dan Challenger 2, Ukraina meminta jet tempur F-16 dari Amerika Serikat.


Ukraina Bentuk Pasukan Khusus Drone, Gunakan Satelit Starlink Milik Elon Musk

1 hari lalu

Ukraina Bentuk Pasukan Khusus Drone, Gunakan Satelit Starlink Milik Elon Musk

Ukraina mendirikan unit khusus pasukan drone, yang akan dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit Starlink untuk mengimbangi serangan Rusia.


Rusia Klaim Buat Robot Canggih untuk Hancurkan Tank Abrams dan Leopard 2

1 hari lalu

Rusia Klaim Buat Robot Canggih untuk Hancurkan Tank Abrams dan Leopard 2

Rusia mengaku akan menghancurkan tank Abrams dan tank Leopard 2 untuk Ukraina dengan menggunakan robot canggih.


Atlet Ukraina Kecewa Rusia Diizinkan Bertanding Lagi di Level Dunia

1 hari lalu

Atlet Ukraina Kecewa Rusia Diizinkan Bertanding Lagi di Level Dunia

Vladyslav Heraskevych menilai pengorbanan atlet Rusia belum sebanding dengan pengorbanan atlet Ukraina yang kehilangan rumah dan keluarga.