Paus Fransiskus Minta Orang Tua Tetap Dukung Anak-anak Homoseksual

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Paus Fransiskus merayakan Misa untuk memperingati Hari Perdamaian Dunia di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 1 Januari 2022. REUTERS/Guglielmo Mangiapane

    Paus Fransiskus merayakan Misa untuk memperingati Hari Perdamaian Dunia di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 1 Januari 2022. REUTERS/Guglielmo Mangiapane

    TEMPO.CO, Jakarta - Paus Fransiskus meminta orang tua yang memiliki anak-anak homoseksual tidak mengutuk mereka. Sebaliknnya, para orang tua menawarkan dukungan terhadap anak.

    Pernyataan Paus Fransiskus diungkapkan dalam pidato teks tanpa naskah, tentang kesulitan orang yang dihadapi orang tua dalam membesarkan anak. Isu-isu yang dibicarakan termasuk orang tua yang melihat orientasi seksual berbeda pada anak-anak mereka dan cara menghadapinya. "Bagaimana menangani ini, menemani anak-anak mereka dan tidak bersembunyi di balik sikap mengutuk," kata Paus Fransiskus.

    Sebelumnya Paus mengatakan bahwa homoseksuai berhak diterima oleh keluarganya sebagai anak dan saudara. Dia juga mengatakan gereja tidak dapat menerima pernikahan sesama jenis. Namun gereja tetap dapat mendukung undang-undang serikat sipil yang bertujuan memberikan hak bersama bagi pasangan gay di bidang pensiun dan perawatan kesehatan serta warisan.

    Tahun lalu, Vatikan mengeluarkan sebuah dokumen yang mengatakan bahwa para imam Katolik tidak dapat memberkati pernikahan sesama jenis. Keputusan itu sangat mengecewakan umat Katolik homoseksual.

    Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Jerman, paroki dan menteri telah mulai memberkati pasangan sesama jenis sebagai pengganti pernikahan. Ada seruan bagi para uskup untuk secara de facto melembagakan ini.

    Baca: 2 Pembantu Dekat Paus Fransiskus Positif Covid-19

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.