Kepala WHO Ingatkan Omicron Bukan Akhir Pandemi Covid

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers yang diselenggarakan oleh Asosiasi Koresponden Persatuan Bangsa-Bangsa Jenewa (ACANU) di tengah wabah Covid-19 di markas WHO di Jenewa Swiss 3 Juli, 2020. [Fabrice Coffrini / Pool melalui REUTERS]

    Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers yang diselenggarakan oleh Asosiasi Koresponden Persatuan Bangsa-Bangsa Jenewa (ACANU) di tengah wabah Covid-19 di markas WHO di Jenewa Swiss 3 Juli, 2020. [Fabrice Coffrini / Pool melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa berbahaya mengasumsikan varian Omicron akan menandai akhir fase paling akut pandemi COVID-19. Ia mendesak negara-negara tetap berfokus mengalahkan pandemi.

    "Berbahaya untuk berasumsi bahwa Omicron akan menjadi varian terakhir dan bahwa kita berada di akhir permainan," ujar Tedros pada pertemuan dewan eksekutif WHO, Senin, 24 Januari 2022.

    Selama dua tahun pandemi Covid-19, hampir 6 juta orang telah tewas. "Sebaliknya secara global bisa lebih banyak varian yang muncul," katanya.

    Varian Omicron membuat kasus Covid-19 melonjak drastis hampir 350 juta di seluruh dunia. Varian ini kurang mematikan dibandingkan sebelumnnya. Selain itu meningkatnya prevalensi vaksin telah menyebabkan optimisme di beberapa negara bahwa pandemi terburuk kemungkinan telah berlalu.

    Tedros adalah Kepala WHO pertama yang berasal dari Afrika. Ia mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan kedua. Ia mendesak negara-negara berdisiplin dan bersatu memerangi virus corona.

    “Pandemi Covid-19 memasuki tahun ketiga dan kita berada di titik kritis,” kata Tedros dalam konferensi pers sebelumnya. "Kita harus bekerja sama untuk mengakhiri fase akut pandemi. Tidak bisa membiarkan pandemi terus berlarut-larut, bergerak di antara kepanikan dan kelalaian."

    Menurut Tedros, negara-negara harus memaksimalkan strategi dan alat yang tersedia, seperti pengujian dan inokulasi, agar darurat kesehatan global berakhir tahun ini.

    Pernyataan Tedros berbeda dengan Direktur WHO untuk Eropa, Hans Kluge. Ia mengatakan pandemi di Eropa segera berakhir dengan merebaknya varian Omicron.

    Omicron dapat menginfeksi 60 persen orang Eropa pada Maret. Setelah gelombang Omicron di Eropa mereda, Kluge mengatakan dalam beberapa bulan ke depan akan terjadi kekebalan global. "Kekebalan baik berkat vaksin atau karena orang terinfeksi. Kami memperkirakan akan ada masa tenang sebelum Covid-19 kembali menjelang akhir tahun, meski belum tentu akan terjadi lagi pandemi," ujarnya.

    Ilmuwan top AS Anthony Fauci menyatakan optimisme serupa pada hari Minggu. Dia mengatakan dalam acara bincang-bincang ABC News "This Week" bahwa dengan kasus Covid-19 turun tajam di beberapa bagian Amerika Serikat, keadaan mulai membaik.

    Kantor regional WHO untuk Afrika juga mengatakan pekan lalu bahwa kasus Covid telah turun drastis. Kematian menurun untuk pertama kalinya sejak gelombang keempat virus yang didominasi Omicron mencapai puncak.

    Baca: Gara-Gara Omicron, Korea Selatan Catat Rekor Kasus Harian COVID-19

    REUTERS | FRANCE 24

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.