Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Junta Myanmar Kembali Tangkap Jurnalis

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

image-gnews
Para pengunjuk rasa berlindung ketika petugas polisi anti huru hara menembakkan tabung gas air mata selama unjuk rasa menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, 27 Februari 2021. Polisi Myanmar menembaki pengunjuk rasa pada hari Minggu di hari paling berdarah dalam berminggu-minggu demonstrasi menentang kudeta militer. [REUTERS / Stringer]
Para pengunjuk rasa berlindung ketika petugas polisi anti huru hara menembakkan tabung gas air mata selama unjuk rasa menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, 27 Februari 2021. Polisi Myanmar menembaki pengunjuk rasa pada hari Minggu di hari paling berdarah dalam berminggu-minggu demonstrasi menentang kudeta militer. [REUTERS / Stringer]
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Militer Myanmar menangkap tiga orang yang bekerja untuk portal berita independen Dawei Watch, seorang editor di penerbitan itu mengatakan pada Kamis, 20 Januari 2022.

Peristiwa itu merupakan penahanan terbaru dalam tindakan keras yang dilancarkan militer terhadap media sejak kudeta tahun lalu.

Moe Myint, seorang jurnalis berusia 35 tahun dan ibu dari tiga anak, ditahan pada Selasa (18/1) di Dawei, sebuah kota di Myanmar selatan, kata editor itu, yang meminta untuk tidak disebut namanya karena kepekaan masalah ini.

Jurnalis lain, Ko Zaw, 38 tahun, dan Thar Gyi, seorang perancang visual media digital berusia 21 tahun di penerbitan tersebut, ditangkap pada Rabu (19/1).

"Mereka saat ini ditahan di kantor polisi di Dawei dan alasan penangkapan mereka masih belum diketahui," kata editor itu, yang menyerukan agar mereka segera dibebaskan.

Seorang juru bicara junta militer yang berkuasa tidak menanggapi permintaan komentar.

Junta sebelumnya mengatakan pihaknya menghormati peran media tapi tidak akan membiarkan pelaporan yang dianggapnya salah atau mungkin akan menyebabkan kerusuhan publik.

Militer Myanmar sejak kudeta 1 Februari telah mencabut izin media, memberlakukan pembatasan pada internet dan siaran satelit, serta menangkap puluhan wartawan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Myanmar menduduki peringkat kedua terburuk di dunia sebagai negara yang memenjarakan wartawan dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh Committee to Protect Journalists.

Kelompok advokasi media Asia Tenggara Reporting ASEAN mengatakan bahwa sejak kudeta sudah 115 wartawan yang ditangkap, 44 jurnalis masih ditahan, dan tiga orang meninggal.

Beberapa wartawan asing juga ditahan, termasuk jurnalis Amerika Danny Fenster, yang merupakan redaktur pelaksana majalah daring independen Frontier Myanmar.

Fenster dijatuhi hukuman 11 tahun penjara November lalu terkait hasutan, pelanggaran undang-undang tentang imigrasi, serta melakukan pertemuan yang melanggar hukum.

Ia kemudian dibebaskan setelah ada negosiasi antara mantan diplomat Amerika Serikat Bill Richardson dan junta Myanmar.

ANTARA | REUTERS

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Aljazair Minta Jangan Ada Intervensi Militer di Niger

14 jam lalu

Pasukan keamanan Niger meluncurkan gas air mata untuk membubarkan demonstran pro-junta yang berkumpul di luar kedutaan Prancis, di Niamey, ibu kota Niger 30 Juli 2023. REUTERS / Souleymane Ag Anara
Aljazair Minta Jangan Ada Intervensi Militer di Niger

Kementerian Luar Negeri Aljazair memperingatkan agar jangan ada intervensi militer asing dalam upaya memulihkan konstitusi di Niger.


Jurnalis Alami Tindak Kekerasan saat Meliput Pemulangan Pengunjuk Rasa Air Bangis

18 jam lalu

Polda Sumbar dan Pemprov Sumbar memulangkan masyarakat Air Bangis , Kabupaten Pasaman Barat di Masjid Raya Sumbar. TEMPO/Fachri Hamzah
Jurnalis Alami Tindak Kekerasan saat Meliput Pemulangan Pengunjuk Rasa Air Bangis

Masyarakat Air Bangis telah mengelar aksi sejak 31 Juli. Menuntut pemda menghentikan intimidasi terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan hutan.


Prancis Tak Mau Batalkan Kerja Sama Militer dengan Niger

19 jam lalu

Jenderal Abdourahmane Tiani, yang diumumkan sebagai kepala negara baru Niger oleh para pemimpin kudeta, tiba untuk bertemu dengan para menteri di Niamey, Niger 28 Juli 2023. REUTERS/Balima Boureima
Prancis Tak Mau Batalkan Kerja Sama Militer dengan Niger

Prancis berkeras akan memenuhi kesepakatan kerja sama militer selama lima tahun dengan Niger karena dibuat oleh pemerintahan Niger yang sah.


Tiga Orang Tewas, Rumah Dibakar dalam Kekerasan Terbaru di Manipur

1 hari lalu

Orang-orang mengikuti unjuk rasa massal di Imphal yang didominasi Meitei, di tengah konflik dengan suku Kuki di negara bagian Manipur, India, 29 Juli 2023. REUTERS/Stringer
Tiga Orang Tewas, Rumah Dibakar dalam Kekerasan Terbaru di Manipur

Manipur bergolak lagi, kali ini tiga orang dari komunitas Meitei ditembak mati dan rumah-rumah milik anggota komunitas Kuki dibakar.


Profil BPLA, Milisi Pemberontak Myanmar yang Cari Dana dari Jual Merchandise

2 hari lalu

Sebuah unit pemberontak dari Tentara Pembebasan Rakyat Bamar terlihat dalam gambar selebaran tak bertanggal ini di lokasi yang dirahasiakan di hutan Myanmar tenggara. Tentara Pembebasan Rakyat Bamar via REUTERS
Profil BPLA, Milisi Pemberontak Myanmar yang Cari Dana dari Jual Merchandise

Ketika banyak kelompok etnis bersenjata mengandalkan perdagangan narkoba untuk pendanaan, BPLA memilih cara berjualan merchandise.


Diberi Grasi Junta Myanmar, Ini Profil Aung San Suu Kyi yang Sudah Berkonflik dengan Militer Sejak Dulu

3 hari lalu

Aung San Suu Kyi. REUTERS/Athit Perawongmetha
Diberi Grasi Junta Myanmar, Ini Profil Aung San Suu Kyi yang Sudah Berkonflik dengan Militer Sejak Dulu

Aung San Suu Kyi sudah lama berkonflik dengan militer Myanmar. Ia bahkan sudah pernah dijadikan tahanan rumah sebelumnya.


Sederet Fakta Junta Militer Myanmar Beri Grasi Aung San Suu Kyi, Bentuk Propaganda?

3 hari lalu

Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri sebuah acara yang menandai peringatan 69 tahun Hari Martir di Mausoleum Para Martir yang didedikasikan untuk para pahlawan kemerdekaan yang gugur di Yangon 19 Juli 2016. REUTERS/Soe Zeya Tun/File
Sederet Fakta Junta Militer Myanmar Beri Grasi Aung San Suu Kyi, Bentuk Propaganda?

Putra Aung San Suu Kyi menyebut pemberian grasi Junta Myanmar ke ibunya adalah bentuk propaganda agar terlihat lebih baik.


Putra Aung San Suu Kyi: Grasi Junta Myanmar Tak Berarti Apa-apa

3 hari lalu

Kim Aris, putra mantan pemimpin Myanmar yang ditahan Aung San Suu Kyi, berpose di kantor Reuters di London, Inggris, 2 Agustus 2023. REUTERS/Dylan Martinez
Putra Aung San Suu Kyi: Grasi Junta Myanmar Tak Berarti Apa-apa

Kim Aris, putra Aung San Suu Kyi, menyebut grasi yang diberikan oleh rezim militer kepada ibunya tidak berarti apa-apa.


Alasan Junta Militer Myanmar Tunda Pemilu, Begini Respons Indonesia dan AS

4 hari lalu

Urban Poor Consortium, LOCOA (Leaders And Organizers for Community Organizations on Asia) dan JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota), menggelar aksi di depan Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa 10 20 Juni 2023. Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pengungsian sedunia ke-109, dan guna untuk mengingat 2,7 juta pengungsi Myanmar yang sampai saat ini masih berkeliaran di hutan, sungai, dan perbatasan. FOTO/Magang-Andre Lasarus Benny
Alasan Junta Militer Myanmar Tunda Pemilu, Begini Respons Indonesia dan AS

Junta Militer Myanmar menunda pemilu pada Agustus tahun ini dan memilih memperpanjang status darurat negara selama enam bulan. Apa alasannya?


Junta Militer Beri Aung San Suu Kyi Grasi, Kekacauan di Myanmar Berlanjut

5 hari lalu

Aung San Suu Kyi. REUTERS
Junta Militer Beri Aung San Suu Kyi Grasi, Kekacauan di Myanmar Berlanjut

Junta militer memberikan grasi kepada Aung San Suu Kyi. Namun Kekacauan di Myanmar terus berlanjut saat rezim menunda pemilu yang dijanjikan dan memilih memperpanjang keadaan darurat.