Bersiap Hadapi Omicron, Selandia Baru Kesampingkan Lockdown

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berpartisipasi dalam debat yang disiarkan televisi dengan pemimpin Partai Nasional Judith Collins di TVNZ di Auckland, Selandia Baru, 22 September 2020. [Fiona Goodall / Pool via REUTERS]

    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berpartisipasi dalam debat yang disiarkan televisi dengan pemimpin Partai Nasional Judith Collins di TVNZ di Auckland, Selandia Baru, 22 September 2020. [Fiona Goodall / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta -Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada Kamis 20 Januari 2022 menegaskan pembatasan akan diperketat jika terjadi lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron. Namun, Ardern kali ini menghindari lockdown.

    Pembatasan ketat dan keuntungan geografis mendukung Selandia Baru terbebas dari penularan lokal Omicron. Meskipun banyak kasus telah dilaporkan di tempat-tempat karantina di perbatasan.

    Status "merah" --berdasarkan tingkatan darurat merah-kuning-hijau-- akan diberlakukan dalam 24 hingga 48 jam sejak ada penularan Omicron di masyarakat, yang berarti kewajiban memakai masker dan batasan pertemuan publik.

    "Ketika mendapat bukti penularan Omicron di masyarakat, kami tidak akan menerapkan lockdown tetapi akan diberlakukan status 'Merah' di seluruh negeri dalam 24 sampai 48 jam," kata Ardern.

    Namun, Ardern mengingatkan bahwa belajar dari negara-negara lain, kasus Omicron dapat mudah meningkat dari ratusan hingga ribuan hanya dalam 14 hari."Karena itu kita perlu bersiap," ujar dia.

    Sekitar 93 persen populasi Selandia Baru di atas usia 12 tahun telah divaksin lengkap dan sekitar 20 persen di antaranya telah mendapatkan vaksin booster. Ardern mengatakan lebih banyak orang harus mendapatkan booster.

    "Bukti internasional menunjukkan bahwa dosis vaksin booster memberikan perlindungan yang baik terhadap Omicron," ujar dia.

    Perbatasan Selandia Baru telah ditutup untuk warga negara asing sejak Maret 2020 dan rencana pembukaan kembali secara bertahap diundur dari pertengahan Januari hingga akhir Februari karena kekhawatiran pada wabah Omicron.

    Orang-orang yang tiba di Selandia Baru harus mendaftarkan diri di tempat-tempat karantina yang dikelola negara.

    Namun, pemerintah Selandia Baru berhenti memberikan kuota karantina di tengah lonjakan jumlah orang yang terinfeksi Omicron. Ardern mengatakan tidak ada perubahan pada rencana pengaturan perbatasan untuk saat ini.

    Baca juga: Selandia Baru Cabut Pembatasan, Siap Hidup Berdampingan dengan Corona

    Sumber: Reuters

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.