Cina Dilaporkan Jemput Paksa 10 Ribu Warganya dari Luar Negeri

Reporter

Gui Minhai, 55 tahun, pada Senin, 24 Februari 2020, divonis hukuman 10 tahun penjara atas tuduhan memberikan informasi pada intelijen asing. Sumber: edition.cnn.com

TEMPO.CO, Jakarta -Beijing telah memaksa hampir 10 ribu warga negara Cina di luar negeri untuk kembali sejak 2014 dengan menggunakan cara-cara paksa di luar sistem peradilan. Sebanyak 2.500 orang diantaranya ditangkap selama pandemi COVID-19.

Kelompok hak asasi manusia, Safeguard Defenders, memperkirakan dalam laporannya yang diterbitkan pada Selasa bahwa repatriasi yang berlanjut sekarang berjumlah lebih dari 10 orang. Ini terjadi sejak Beijing meluncurkan operasi Fox Hunt pada 2014, diikuti oleh Sky Net pada 2015.

Menurut kelompok asal Spanyol itu, orang-orang yang ditargetkan ditekan untuk kembali ke Cina di luar kehendak mereka dengan kombinasi metode non-yudisial. Termasuk diantaranay dengan metode penculikan, pelecehan dan intimidasi.

"Dengan diaspora Cina tumbuh pada tingkat yang semakin cepat karena semakin banyak orang berusaha meninggalkan Cina, Beijing semakin termotivasi untuk memperluas kekuatan pasukan keamanannya di luar negeri," kata laporan itu seperti dilansir France24 pada Rabu 19 Januari 2022.

Laporan LSM tersebut menuduh intimidasi terhadap anggota keluarga tersangka di Cina dan agen Cina dikirim untuk mengancam target di luar negeri. Adapun metode lain adalah dengan membujuk target untuk mendatangi negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Cina.

Operasi Fox Hunt diluncurkan pada 2014 untuk melacak warga Cina yang dicari karena kejahatan ekonomi. Sementara Operasi Sky Net yang lebih besar dimulai pada 2015 dan kemudian digabungkan dengan Fox Hunt.

Pada 2015, penjual buku dan warga negara Swedia Gui Minhai diduga diculik dari Thailand sebelum kemudian muncul kembali dalam tahanan Cina. Dua tahun kemudian, miliarder Xiao Jianhua menghilang dari sebuah hotel di Hong Kong dan diyakini masih ditahan di Cina.

Baca juga: Begini Intelijen Cina Beroperasi di Australia, Hong Kong, Taiwan

SUMBER: FRANCE24

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Cina Tolak Kesepakatan Pembatasan Akses Ekspor Semikonduktor

22 jam lalu

Cina Tolak Kesepakatan Pembatasan Akses Ekspor Semikonduktor

Terkait kontrol tersebut, Cina mengajukan gugatan terhadap Amerika Serikat melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).


Pengiriman Smartphone Cina 2022 Terendah dalam 10 Tahun, Vivo Memimpin

22 jam lalu

Pengiriman Smartphone Cina 2022 Terendah dalam 10 Tahun, Vivo Memimpin

Pasar smartphone Cina mengalami penurunan pengiriman pada 2022 sebesar 14 persen, turun di bawah 300 juta unit untuk pertama kalinya sejak 2013.


Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

Berita Top 3 Dunia pada Senin 30 Januari 2023 diawali oleh kabar Turki peringatkan warganya soal Islamofobia di Eropa


Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

1 hari lalu

Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

Pasien demam yang berkunjung ke klinik akibat Covid-19 selama Imlek turun sekitar 40 persen.


Mengenal 12 Shio, Pertama Tikus Terakhir Babi, Shio Kelinci Urutan Berapa?

1 hari lalu

Mengenal 12 Shio, Pertama Tikus Terakhir Babi, Shio Kelinci Urutan Berapa?

Shio dipercaya menggambarkan ramalan hidup seseorang.


Jokowi Pakai Cheongsam Saat Hadiri Imlek Nasional, Pakaian Tradisional Sejak Dinasti Qing

1 hari lalu

Jokowi Pakai Cheongsam Saat Hadiri Imlek Nasional, Pakaian Tradisional Sejak Dinasti Qing

Pakaian Cheongsam Presiden Joko Widodo atau Jokowi menarik perhatian. Jenis pakaian tradisional khas Cina sejak era Dinasti Qing.


Bill Gates Tiba-tiba Puji Ekonomi Cina, Bandingkan dengan AS

1 hari lalu

Bill Gates Tiba-tiba Puji Ekonomi Cina, Bandingkan dengan AS

Bill Gates memuji ekonomi Cina sebagai kemenangan besar untuk dunia.


Jenderal AS Sebut Amerika Perang dengan Cina 2025, Apa Sebabnya?

2 hari lalu

Jenderal AS Sebut Amerika Perang dengan Cina 2025, Apa Sebabnya?

Cina dan Amerika Serikat kemungkinan bisa berperang tiga dua tahun lagi, menurut jenderal bintang empat AS. Apa penyebabnya?


Erick Thohir: Kita Negara Muslim Terbesar, tapi Tak Masuk Produsen Produk Halal Terbesar

2 hari lalu

Erick Thohir: Kita Negara Muslim Terbesar, tapi Tak Masuk Produsen Produk Halal Terbesar

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut Indonesia belum memaksimalkan potensi ekspor produk halal.


Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

2 hari lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.