Gara-gara Berenang, Kecoak Bersarang di Telinga Pria Selandia Baru

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kecoak.[New York Times]

    Kecoak.[New York Times]

    TEMPO.CO, Jakarta -Seorang pria Selandia Baru awalnya mengira ada air yang terperangkap di telinganya. Namun, ternyata ia mendapat kejutan tak menyenangkan. Sumbatan yang ada di telinganya ternyata berasal dari seekor kecoak hidup.

    Zane Wedding dari Kota Auckland, mengatakan dia pergi berenang di kolam renang setempat pada Jumat pekan lalu. Ia kemudian merasakan telinganya tersumbat.

    "Saya menggunakan beberapa tetes untuk membersihkannya dan tertidur di sofa malam itu," kata Wedding seperti dilansir UPI pada Kamis waktu setempat.

    Pria berusia 40 tahun itu masih merasakan telinganya tersumbat keesokan harinya. Ia pun memutuskan ke dokter umum. Sang dokter menyarankan menggunakan pengering rambut untuk mengeringkan air di dalam saluran telinganya.

    Wedding mengatakan rasa tersumbat di telinga terus bertahan, sehingga ia menemui dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan pada Senin lalu.

    Sang dokter langsung terkejut setelah melihat ke dalam telinganya."Dia berkata: 'Saya pikir Anda memiliki serangga di telinga Anda,'" ujar Wedding kepada New Zealand Herald.

    Wedding mengatakan dokter membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk mengeluarkan kecoak. Dia mengatakan ada "kelegaan instan" ketika serangga itu keluar.

    "Saya merasakan letupan segera setelah dokter menarik kecoak itu keluar," katanya.

    Baca juga: Bikin Geli & Sakit, Pria Ini 'Beternak' 26 Kecoa di Telinga  

    SUMBER: UPI

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.