Belanda Longgarakan Pembatasan COVID-19 Meski Dibayangi Omicron

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sebuah bioskop yang ditutup menjelang Tahun Baru saat pemberlakuan lockdown di Rotterdam, Belanda, 30 Desember 2021. Menteri Kesehatan Belanda Hugo de Jonge sekali lagi meminta warganya untuk tidak bepergian ke Belgia atau Jerman untuk menghindari lockdown. Robin Utrecht/ABACAPRESS.COM

    Sebuah bioskop yang ditutup menjelang Tahun Baru saat pemberlakuan lockdown di Rotterdam, Belanda, 30 Desember 2021. Menteri Kesehatan Belanda Hugo de Jonge sekali lagi meminta warganya untuk tidak bepergian ke Belgia atau Jerman untuk menghindari lockdown. Robin Utrecht/ABACAPRESS.COM

    TEMPO.CO, Jakarta -Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada Jumat waktu setempat mengumumkan pembukaan kembali toko, salon dan pusat kebugaran, sebagai bagian dari kebijakan pelonggaran. Langkah ini dilakukan meskipun jumlah kasus baru COVID-19 masih terus melonjak karena varian Omicron.

    "Kami mengambil langkah besar dan itu juga berarti kami mengambil risiko besar," kata Rutte dalam konferensi pers yang disiarkan televisi,” seperti dilansir Reuters, Sabtu 15 Januari 2022.

    Toko non-esensial, penata rambut dan salon kecantikan, serta penyedia layanan lainnya akan diizinkan untuk dibuka kembali dengan persyaratan ketat hingga pukul 17.00. waktu setempat untuk pertama kalinya sejak pertengahan Desember.

    Namun, Rutte menegaskan bahwa bar, restoran, dan tempat budaya harus tetap ditutup hingga setidaknya 25 Januari mendatang.

    "Kami mengambil risiko yang diperhitungkan karena kami harus melakukannya. Penguncian sangat sulit bagi semua orang dan menutup semuanya juga buruk bagi kesehatan kami," kata Menteri Kesehatan Ernst Kuipers.

    Pemerintah Rutte memerintahkan lockdown atau penguncian wilayah pada pertengahan Desember ketika gelombang varian Delta memaksa sistem kesehatan untuk membatalkan semua kecuali perawatan yang paling mendesak. Kondisi ini semakin memburuk dengan meningkatnya kasus COVID-19 akibat varian Omicron akan membuatnya kewalahan.

    Pada Jumat, Institut Kesehatan Belanda (RIVM) mengumumkan rekor tertinggi lebih dari 35 ribu infeksi dalam 24 jam. Infeksi terus meningkat meskipun ada penguncian, yang melarang semua pertemuan publik, dengan rekor lebih dari 200 ribu dalam seminggu hingga 11 Januari mendatang.

    Lebih dari 86 persen warga dewasa Belanda telah menerima vaksin COVID-19 ganda dan hampir 50 persen dari mereka telah menerima vaksin booster selama masa lockdown.

    Baca juga: Belanda Lockdown Lagi Gara-gara Omicron, Tutup Sekolah hingga Restoran

    SUMBER: REUTERS

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?