Pemimpin Yahudi Inggris Mundur karena Deklarasi Perang dengan Islam

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Staf organisasi nirlaba Magen David Adom yang beragama Yahudi (kiri) dan Islam berdoa sebelum bekerja di tengah mewabahnya virus corona dalam foto yang diunggah 24 Maret 2020. Keduanya berdoa agar krisis virus corona segera teratasi dan keluarga mereka mendapat perlindungan. Facebook/Magen David Adom-Mohammed

    Staf organisasi nirlaba Magen David Adom yang beragama Yahudi (kiri) dan Islam berdoa sebelum bekerja di tengah mewabahnya virus corona dalam foto yang diunggah 24 Maret 2020. Keduanya berdoa agar krisis virus corona segera teratasi dan keluarga mereka mendapat perlindungan. Facebook/Magen David Adom-Mohammed

    TEMPO.CO, Jakarta -Seorang anggota senior organisasi Yahudi terbesar di Inggris mengundurkan diri setelah menuai kontroversi akibat komentarnya di media sosial yang dianggap memusuhi Islam.

    Seperti dilansir The Times of Israel, Jumat waktu setempat, polemik bermula ketika Gary Mond yang merupakan Wakil Presiden Dewan Perwakilan Yahudi Inggris, mengunggah komentarnya di Facebook,"Semua peradaban berperang dengan Islam".

    Mond yang juga Bendahara Dana Nasional Yahudi cabang Inggris, menulis pula,”Kami (Yahudi) harus berharap bahwa para pemimpin kita menyadari fakta semua peradaban-Barat dan Timur, Amerika, Rusia, China, Israel, apa pun, itu tengah berperang dengan bajingan jahat ini. Saya harus mengatakannya, berperang dengan Islam. Dan sebagaimana Islam telah kalah sebelumnya dalam sejarah, Islam akan kalah lagi.”

    Tulisan ini menuai kemarahan publik Inggris yang membuat Mond diskors dari organisasi tersebut. Ia kemudian memutuskan mundur.

    “Orang-orang penting di Dewan telah memperjelas bahwa mereka tidak lagi ingin bekerja dengan saya, yang secara efektif memaksa keputusan saya,” Mond mengumumkan dalam pernyataan pengunduran dirinya. Ia pun menegaskan postingannya adalah “pemikiran yang kontradiktif.”

    Penangguhan Mond tak sekadar soal postingan terakhirnya. Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi itu menemukan bahwa Mond “menyukai” dua postingan di Facebook oleh Pamela Geller, seorang aktivis anti-Islam dan antiYahudi asal Amerika Serikat.

    Sementara satu postingan Mond pada 2017 menyesali hilangnya kandidat sayap kanan Marine Le Pen dalam pemilihan presiden Prancis. Le Pen dikenal sebagai politikus anti-Islam Prancis.

    Baca juga: Yahudi Inggris Dukung Terbentuknya Negara Palestina

    SUMBER: THE TIMES OF ISRAEL

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.