14 Januari, Hari Layang-layang Internasional Berawal dari Gujarat India

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah orang menerbangkan layang-layang berukuran raksasa dalam festival layang-layang Internasional ke-28 di Berck, Prancis, Jumat (18/4). AP/Michel Spingler

    Sejumlah orang menerbangkan layang-layang berukuran raksasa dalam festival layang-layang Internasional ke-28 di Berck, Prancis, Jumat (18/4). AP/Michel Spingler

    TEMPO.CO, JakartaLayang-layang merupakan alat permainan yang terbuat dari bahan lembaran yang tipis atau kertas berkerangka yang memakai tali atau benang sebagai kendalinya. Layang-layang dapat terbang di udara dengan bantuan dari tenaga angin.

    Tidak hanya di Indonesia, layang-layang juga banyak di mainkan oleh orang-orang diseluruh dunia, bahkan layang-layang memiliki festival tersendiri. Hari ini, 14 Januari diperingati sebagai Hari Layang-layang Internasional.

    Melansir dari happydays365.org ternyata Hari Layang-layang Internasional yang telah diperingati mulai dari tahun 1989, berasal dari India. Di Gujarat (negara bagian India yang terletak di sebelah barat India) menerbangkan layang-layang sudah menjadi acara regional atau kedaerahan. Hari tersebut dinamankan sebagai Festival Layang-layang Internasional atau dalam bahasa Hindi disebut Uttarayan. Peringatan itu dinilai menjadi salah satu perayaan festival yang paling besar.

    Uttarayan sendiri bagi para petani dan penggarap merupakan pertanda musim panen. Secara tradisional, hari tersebut dinamakan Makara Sankranti yang berdasarkan kalender India adalah hari di mana matahari kembali untuk panen. Hal ini dinilai menjadi salah satu hari panen yang paling penting di India. Tidak hanya itu, festival Uttarayan juga adalah perlambangan yang memperlihatkan kebangkitan para Dewa dari tidur nyenyak mereka.

    Mulanya, menerbangkan layang-layang merupakan olahraga para raja. Namun kemudian layang-layang menjadi olahraga populer bagi siapa saja yang hendak menerbangkannya. Beberapa bulan sebelum festival dilaksanakan, masyarakat di Gujarat akan mulai membuat layang-layang untuk festival. Hal ini dilakukan supaya orang-orang yang mengunjungi festival tersebut bisa membeli layang-layang.

    Tanggal 14 Januari dipilih dikarenakan pada hari itu festival Uttarayan di India menjadi tanda di mulainya musim panas setelah berubah dari musim dingin. Oleh sebab itu Hari Layang-layang Internasional tidak hanya seputar layang-layang saja. Karena hari itu juga merupakan hari Festival Layang-layang Internasional atau Uttarayan yang menjadi tanda awal dimulainya musim panas di India. 

    PUSPITA AMANDA SARI

    Baca: Festival Layang-layang Danguang Tagak Tali di Pariaman Bukan Sekadar Lomba

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.