Cina Tambah Larangan Penerbangan dari AS di Tengah Protes Washington

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pesawat penumpang American Airlines memadati landasan di mana mereka diparkir karena pengurangan penerbangan untuk memperlambat penyebaran Virus Corona atau COVID-19, di Bandara Internasional Tulsa di Tulsa, Oklahoma, AS, 23 Maret 2020. REUTERS/Nick Oxford

    Pesawat penumpang American Airlines memadati landasan di mana mereka diparkir karena pengurangan penerbangan untuk memperlambat penyebaran Virus Corona atau COVID-19, di Bandara Internasional Tulsa di Tulsa, Oklahoma, AS, 23 Maret 2020. REUTERS/Nick Oxford

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina kembali membatalkan penerbangan dari Amerika Serikat karena khawatir penyebaran virus corona dari pendatang, meskipun sebelumnya Washington telah memprotesnya.

    Pada Jumat, 14 Januari 2021, Cina menangguhkan empat penerbangan dari AS lagi, sehingga total pembatalan tahun ini menjadi 74. Cina beralasan, mereka mencegah masuknya varian Omicron yang melonjak ke rekor tertinggi di Amerika.

    Administrasi Penerbangan Sipil Cina (CAAC) juga memerintahkan penangguhan 26 penerbangan lain dari bagian lain dunia, termasuk Melbourne, Frankfurt, Paris, Toronto dan Kairo hingga Februari.

    Kekacauan akibat pembatalan terjadi karena jadwal yang sudah dikurangi secara drastis. Total penerbangan internasional ke negara itu hanya 200 seminggu, atau 2 persen dari tingkat pra-pandemi, kata CAAC pada bulan September.

    Regulator pada Jumat memerintahkan American Airlines untuk membatalkan dua penerbangan lagi dari Dallas ke Shanghai pada 24 Januari, sementara Delta Air Lines diminta menangguhkan dua penerbangan dari Detroit ke Shanghai di minggu yang sama.

    Zhang Wenhong, direktur tim perawatan Covid-19 di Shanghai, mengatakan bahwa klinik kesehatan masyarakat di pusat komersial menghadapi rekor jumlah infeksi yang datang dari luar negeri.

    Shanghai, yang merupakan kota kedatangan untuk sebagian besar penerbangan internasional ke negara itu, pada hari Kamis melaporkan dua kasus Covid-19 lokal yang dikonfirmasi dan tiga kasus tanpa gejala, semuanya terkait dengan infeksi impor dari Amerika Serikat.

    Hong Kong Batalkan Penerbangan dari 150 Negara

    Hong Kong akan menangguhkan selama sebulan penerbangan transit dari sekitar 150 negara dan wilayah yang dianggap berisiko tinggi karena virus corona, memperdalam isolasi pusat keuangan global ini.

    Langkah itu dilakukan karena di kota tersebut telah ada 50 kasus varian Omicron yang menyebar cepat sejak akhir tahun lalu.

    Sebelum wabah, yang menurut pihak berwenang dapat ditelusuri kembali ke dua anggota awak pesawat Cathay Pacific Airways, kota itu tidak memiliki transmisi lokal selama lebih dari tiga bulan.

    Bandara Internasional Hong Kong mentatakan setiap orang yang pernah tinggal di tempat-tempat berisiko tinggi dalam 21 hari sebelum bepergian, tidak dapat transit melalui kota ini dari 16 Januari hingga 15 Februari.

    Langkah itu diambil "untuk mengendalikan penyebaran varian Omicron yang sangat menular," katanya.

    Hong Kong saat ini mengklasifikasikan lebih dari 150 negara dan wilayah sebagai berisiko tinggi.

    Pekan lalu, mereka melarang penerbangan masuk dari Australia, Kanada, Prancis, India, Pakistan, Filipina, Inggris, dan Amerika Serikat, termasuk yang hanya transit.

    Kota ini mengikuti kebijakan Cina daratan dalam mengadopsi toleransi nol terhadap kasus Covid-19 lokal bahkan ketika sebagian besar dunia bergeser ke arah hidup dengan virus corona.

    Dalam beberapa pekan terakhir, pihak berwenang telah memperketat pembatasan karantina pada awak pesawat dan menerapkan kembali pembatasan sosial.

    Lima belas jenis tempat, termasuk bar dan klub, bioskop, pusat kebugaran dan salon kecantikan diperintahkan untuk ditutup, sementara makan di restoran dilarang setelah pukul 18:00. Sekolah dasar dan taman kanak-kanak juga ditutup.  

    Pembatasan akan diperpanjang melewati liburan Tahun Baru Imlek pada awal Februari.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.