Bujuk Pemilih, Capres Korea Selatan Janjikan Askes untuk Perawatan Rambut Rontok

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi rambut rontok. Shutterstock

    Ilustrasi rambut rontok. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Menjelang pemilu presiden Korea Selatan, sejumlah cara digunakan para calon presiden untuk unggul dalam jajak pendapat. Kebijakan-kebijakan unik untuk merayu pemilih pun dilontarkan, salah satunya oleh kandidat Lee Jae-myung.

    Politikus dari Partai Demokrat ini pada Jumat 14 Januari 2022 berjanji akan memasukkan perawatan rambut rontok ke dalam asuransi kesehatan negara.

    “Orang-orang dengan rambut rontok di Korea Selatan harus mendapatkan perawatan yang ditanggung oleh negara untuk mencegah diskriminasi,” tulis Lee di akun Facebook yang mengumpulkan ratusan suka dalam hitungan menit.

    Lee, seorang pengacara hak asasi manusia yang beralih menjadi politisi, mengatakan orang-orang dengan masalah kerontokan rambut menghadapi "masalah diskriminatif setiap hari, lintas kelompok usia dan gender."

    Dalam video singkat yang diunggah secara online, Lee, yang tampaknya tidak memiliki masalah kerontokan rambut, terlihat menyapu rambut hitamnya yang rapi sambil berjanji untuk menjaga rambut di kepala setiap pemilih.

    Masalah rambut rontok mempengaruhi hingga satu dari lima warga Korea Selatan, kata Lee, tanpa memberikan perincian tentang berapa banyak yang mereka harapkan.

    Tawaran itu -- yang pertama kali diperdebatkan minggu lalu -- telah memicu perdebatan publik yang meluas, dengan banyak pemilih yang mendukung.

    "Rambut rontok adalah penyakit. Saya sepenuhnya mendukung janjinya," tulis seorang pendukung di Daum, portal online terbesar kedua di negara itu.

    Tetapi beberapa kritikus mengecam langkah "populis" sebagai potensi menguras layanan kesehatan."Haruskah kita menutupi resep Viagra juga? Lagi pula, itu bukan uang Anda," tulis seorang kritikus di Daum.

    Lee adalah salah satu dari dua kandidat terdepan dalam pemilihan presiden Korea Selatan.

    Dia terkunci dalam persaingan ketat dengan kandidat oposisi Yoon Suk-yeol, dengan kesenjangan polling antara kandidat sering jatuh dalam margin of error.

    Presiden petahana Korea Selatan Moon Jae-in secara hukum dilarang mencari masa jabatan kedua dan dijadwalkan untuk mundur pada Mei.

    Baca juga: Sekolah di Seoul Korea Selatan Izinkan Siswa Warnai Rambut

    SUMBER: FRANCE 24

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.