Rusia Menarik Pasukan Koalisi Militer dari Kazakshtan

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Prajurit Rusia menaiki pesawat militer menuju ke Kazakhstan, di sebuah lapangan terbang di luar Moskow, Rusia 6 Januari 2022, dalam gambar diam yang diambil dari video. Pasukan terjun payung Rusia telah dikerahkan ke Kazakhstan sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian yang mencakup pasukan dari empat bekas republik Soviet lainnya. Collective Security Treaty Organisation/Handout via REUTERS

    Prajurit Rusia menaiki pesawat militer menuju ke Kazakhstan, di sebuah lapangan terbang di luar Moskow, Rusia 6 Januari 2022, dalam gambar diam yang diambil dari video. Pasukan terjun payung Rusia telah dikerahkan ke Kazakhstan sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian yang mencakup pasukan dari empat bekas republik Soviet lainnya. Collective Security Treaty Organisation/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Pasukan koalisi militer yang dipimpin Rusia akhirnya ditarik dari keluar dari Kazakhstan setelah dikerahkan selama sepekan untuk mengatasi kerusuhan terburuk dalam sejarah negara Asia Tengah itu.

    Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pada Kamis, penarikan akan selesai pada 19 Januari, atau lebih awal dari yang diumumkan sebelumnya. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, misi di Kazakhstan telah berhasil dan merupakan praktik yang memerlukan studi lebih lanjut.

    Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev meminta bantuan dari Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) pekan lalu setelah aksi protes yang awalnya dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar, berubah menjadi kekerasan di banyak kota besar.

    “Berkat kedatangan Anda, militer Kazakhstan dan pasukan keamanan dapat melaksanakan tugas mereka untuk menemukan dan menahan bandit,” kata Wakil Menteri Pertahanan Kazakh Mukhamedzhan Talasov kepada pasukan CSTO dalam upacara pelepasan di Almaty pada Kamis waktu setempat.

    Presiden Rusia Vladimir Putin pun memuji kerja penjaga perdamaian CSTO. "Semuanya bekerja seperti jarum jam, cepat, koheren, dan efektif," kata Putin kepada Shoigu di televisi pemerintah.

    "Saya ingin berterima kasih kepada Anda, staf umum dan semua orang yang memimpin operasi ini, untuk pekerjaan ini dan untuk mengungkapkan harapan saya bahwa praktik penggunaan angkatan bersenjata kita ini akan dipelajari lebih lanjut."

    Pihak berwenang Kazakhstan mengumumkan penyelesaian operasi keamanan di sebagian besar negara itu pada Rabu lalu, meskipun mereka belum menyatakan kota terbesarnya Almaty sepenuhnya aman.

    Belum diketahui berapa banyak pasukan dari sekitar 2.500 yang dikirim oleh CSTO yang segera pergi.

    Pengerahan blok militer ini telah dikritik oleh para pemimpin Barat yang juga khawatir dengan penumpukan pasukan Rusia di dekat Ukraina.

    Pihak berwenang telah menahan hampir 10.000 orang atas kerusuhan di mana beberapa pengunjuk rasa menyerang pasukan keamanan, merebut dan membakar gedung-gedung pemerintah dan menjarah toko-toko.

    Pihak berwenang mengatakan, beberapa penyerang adalah orang asing yang dilatih oleh militan Islam. Keberadaan orang asing ini yang disebut Tokayev membuat CSTO terlibat. Ia tak memerinci siapa orang asing tersebut. Namun demikian, Presiden Kazakhstan itu telah memecat beberapa pejabat keamanan seniornya yang kemudian didakwa melakukan makar.

    Pihak berwenang di Kazakhstan mengatakan pada Kamis bahwa mereka juga menyelidiki mantan kepala keamanan negara, Karim Masimov, atas dugaan percobaan kudeta.

    Baca juga: Kesaksian Turis Terjebak di Kazakhstan: Menakutkan, Ada Banyak Suara Tembakan

    SUMBER: REUTERS

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.