Kedutaan AS di Baghdad Diserang Roket, Wanita dan Anak Jadi Korban

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas menyisir mobil yang terdampak ledakan bom di Basra, Irak, 7 Desember 2021. Bom itu meledak di dekat sebuah rumah sakit besar di kota berpenduduk mayoritas Muslim Syiah itu. REUTERS/Mohammed Aty

    Petugas menyisir mobil yang terdampak ledakan bom di Basra, Irak, 7 Desember 2021. Bom itu meledak di dekat sebuah rumah sakit besar di kota berpenduduk mayoritas Muslim Syiah itu. REUTERS/Mohammed Aty

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya empat roket ditembakkan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat atau Kedutaan AS di Baghdad, Irak yang dijaga ketat pada Kamis. Daerah Green Zone tersebut adalah tempat misi diplomatik dan pusat pemerintahan Irak.

    Tiga dari rudal itu menghantam batas Kedutaan Besar Amerika, menurut seorang pejabat. Satu roket lagi menghantam sebuah sekolah yang terletak di kompleks perumahan terdekat.

    Sebuah pernyataan militer Irak mengatakan seorang gadis dan seorang wanita terluka dalam serangan itu. Namun tak ada rincian lebih lanjut ihwal serangan itu. Dalam pernyataannya, militer mengatakan roket telah diluncurkan dari lingkungan Dora di Baghdad.

    Kedutaan AS di Baghdad mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa telah diserang oleh kelompok teroris yang berusaha merusak keamanan, kedaulatan, dan hubungan internasional Irak. Sistem pertahanan C-RAM kedutaan, yang seharusnya mendeteksi dan menghancurkan roket, artileri, dan mortir yang masuk, terdengar selama serangan itu.

    Serangan tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian roket dan pesawat tak berawak yang menargetkan kehadiran Amerika di Irak sejak awal 2022. Kamis lalu, serangkaian serangan menargetkan pasukan Amerika di Irak dan Suriah. Roket menghantam pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS di provinsi Anbar barat dan ibu kota.

    Faksi-faksi Syiah pro-Iran di Irak telah bersumpah untuk membalas dendam atas pembunuhan Soleimani. Mereka juga telah mengkondisikan berakhirnya serangan-serangan dengan keluarnya seluruh pasukan Amerika dari negara itu.

    Koalisi pimpinan AS secara resmi mengakhiri misi tempurnya mendukung pasukan Irak dalam perang melawan kelompok Negara Islam (ISIS) bulan lalu. Sekitar 2.500 tentara akan tetap ada saat koalisi beralih ke misi penasehat untuk terus mendukung pasukan Irak.

    Komandan tertinggi AS untuk Timur Tengah, Jenderal Marinir Frank McKenzie, memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press bulan lalu bahwa ia memperkirakan serangan terhadap personel AS akan meningkat. Serangan itu didukung oleh Iran yang bertekad mengusir pasukan Amerika.

    Milisi yang bersekutu dengan Iran pada tahun-tahun sebelumnya telah melakukan lusinan serangan serupa. Sebagian besar menyebabkan sedikit kerusakan. Sejak tahun lalu, serangan kian canggih dengan menggunakan drone sayap tetap dan multi-rotor.

    Baca: Militer Israel Sebut Ada 2 Roket Ditembakkan dari Gaza

    ABC NEWS | REUTERS


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.