PBB Minta Uang Cadangan Afghanistan Tidak Dibekukan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.[REUTERS]

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekjen PBB Antonio Guterres pada Kamis, 13 Januari 2022 memohon agar aturan pembekuan cadangan uang milik Pemerintah Afghanistan, ditangguhkan. Pasalnya, ini demi menyelamatkan nyawa dan perekonomian Afghanistan.

    “Pendanaan internasional harus mengizinkan para PNS di Afghanistan di gaji dan membantu institusi – institusi di negara itu mendistribusikan peralatan kesehatan, pendidikan dan layanan vital lainnya,” kata Guterres.

     Hadia Ahmadi, 43 tahun, mantan guru yang sekarang menjadi tukang semir sepatu setalah Taliban berkuasa di Afghanistan. Sumber: Reuters

    Sekitar USD 9,5 miliar (Rp 135 triliun) uang cadangan Pemerintah Afghanistan, yang ada di bank sentral Afghanistan, dibekukan oleh negara luar khususnya Amerika Serikat. Bantuan dari dunia internasional untuk Pemerintahan Afghanistan sebelumnya, sekarang sudah mengering sejak kalompok radikal Taliban mengambil alih pemerintahan pada Agustus 2021 lalu.

    “Fungsi bank sentral Afghanistan harus dibantu dan dipertahankan, begitu pula jalur yang diidentifikasikan untuk pelepasan cadangan mata uang asing milik Afghanistan. Kita bahkan harus lebih cepat menyuntikkan likuiditas pada perekonomian Afghanistan agar jangan sampai ekonomi negara itu runtuh, yang bisa membawa ke kelaparan, kemiskinan dan jutaan warga Afghanistan jatuh ke lubang kemiskinan,” kata Guterres.

       

    Jika tidak ada aral melintang, Kepala bidang bantuan PBB, Martin Griffiths akan melakukan rapat secara virtual dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Jumat, 14 Januari 2022 waktu setempat. Guterres mengatakan mereka akan mendiskusikan bagaimana menciptakan sejumlah mekanisme yang memungkinkan pendanaan yang efektif pada perekonomian Afghanistan sehingga bisa menciptakan system keuangan Afghanistan yang bisa beroperasi di mata uang lokal.             

    Sumber: Reuters

    Baca juga: PBB Ragu Konferensi Perubahan Iklim di Skotlandia akan Sukses

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.