Volkswagen Tutup Pabrik di Tianjin karena Wabah Covid-19

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Logo produsen mobil Jerman Volkswagen terlihat di mobil yang diparkir di jalan di Paris, Prancis, 9 Juli 2020. [REUTERS / Christian Hartmann]

    Logo produsen mobil Jerman Volkswagen terlihat di mobil yang diparkir di jalan di Paris, Prancis, 9 Juli 2020. [REUTERS / Christian Hartmann]

    TEMPO.CO, JakartaVolkswagen Group di Cina pada Kamis, 13 Januari 2022 menutup sebuah pabrik, yang dijalankan bersama FAW Group, di Kota Tianjin, termasuk sebuah pabrik komponen. Penutupan itu gara-gara terjadi wabah Covid-19 yang baru-baru ini terjadi di sana.

    “Lantaran wabah virus corona yang baru-baru ini terjadi, baik di pabrik kendararaan FAW-VW dan pabrik komponen VW Automatic Transmission Tianjin, kedua pabrik itu sudah ditutup sejak Senin, 10 Januari 2022,” kata Juru bicara Volkswagen.

    Volkswagen menjelaskan semua karyawan di kedua pabrik tersebut sudah melakukan tes virus corona sampai dua kali pada pekan ini dan mereka sedang menunggu hasilnya. Volkswagen berharap proses produksi bisa kembali dimulai dan mulai mengejar ketertinggalan akibat penghentian produksi karena pandemi Covid-19.

    “Prioritas tetap kesehatan dan kesejahteraan karyawan kami,” demikian keterangan Volkswagen.

    Tianjin terletak di utara Cina atau sekitar 100 kilometer dari Ibu Kota Beijing. Di Tianjin ada 41 kasus Covid-19 yang ditularkan secara lokal pada Rabu, 12 Januari 2022. Sehari sebelumnya ada 33 kasus positif Covid-19 di sana.

         

    Sumber: Reuters

    Baca juga: Gabung Formula 1, Volkswagen Group Diisukan Ambil Alih Tim McLaren

        

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.