PM Australia : Deportasi Novak Djokovic Masih Dipertimbangkan

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petenis Serbia Novak Djokovic, melakukan pukulan servis saat melawan Pablo Carreno Busta dalam pertandingan AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, 7 September 2020. Mandatory Credit: Danielle Parhizkaran-USA TODAY Sports

    Petenis Serbia Novak Djokovic, melakukan pukulan servis saat melawan Pablo Carreno Busta dalam pertandingan AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, 7 September 2020. Mandatory Credit: Danielle Parhizkaran-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta -Perdana Menteri Australia Scott Morrison dalam jumpa pers pada Kamis 13 Januari 2022 mengatakan pihaknya belum membuat keputusan atas nasib petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic. Kendati demikian, Morrison menyebut bahwa Menteri Imigrasi Alex Hawke masih mempertimbangkan upaya deportasi terhadap petenis asal Serbia tersebut.

    “Saya mengharapkan pihak berwenang untuk menerapkan kebijakan pemerintah dengan hanya mengizinkan orang yang divaksinasi sepenuhnya atau mereka yang memiliki pengecualian medis masuk Australia,” kata Morrison yang menolak untuk mengomentari langsung kasus Djokovic sebelum keputusan Menteri Imigrasi.

    Djokovic menerima visa pada 18 November 2021 dan tiba di Melbourne pada 5 Januari 2022 dengan pengecualian yang disetujui oleh kepala petugas medis Tennis Australia dan panel ahli independen pemerintah Negara Bagian Victoria.

    Namun, Djokovic ditahan di hotel selama karantina dan visanya dibatalkan dengan alasan bahwa infeksi Covid-19 baru-baru saja dideritanya tidak cukup untuk menjadi pengecualian dari persyaratan vaksinasi yang ketat di Australia.

    Meskipun Djokovic memenangkan pertarungan pengadilan pada Senin lalu dan berhasil memperoleh kembali visanya, pria berusia 34 tahun itu menunggu Menteri Imigrasi Australia memutuskan apakah akan menggunakan kekuatan khusus untuk membatalkan visanya lagi.

    “Yang akan saya katakan hanyalah alasan yang kami miliki sejak 15 Desember, di mana pemegang visa yang memenuhi syarat yang divaksinasi lengkap dapat melakukan perjalanan ke Australia tanpa perlu mengajukan permohonan pengecualian perjalanan. Bahwa individu tersebut harus menunjukkan bahwa mereka divaksinasi ganda atau harus memberikan bukti yang dapat diterima bahwa mereka tidak dapat divaksinasi karena alasan medis,” ujar Morrison.

    “Itu kebijakannya, kebijakan itu tidak berubah … tentu saja kami mengharapkan pihak berwenang untuk menerapkan kebijakan pemerintah dalam hal itu.”

    Pada Rabu, Djokovic mengakui agennya melakukan "kesalahan administratif" ketika menyatakan dia tidak bepergian dalam dua minggu sebelum penerbangannya ke Australia. Sejumlah foto dan video yang beredar menunjukkan ia berada di Spanyol dalam kurun waktu da pekan terakhir sebelum tiba di Australia.

    Ia juga mengakui "kesalahan penilaian" dengan tidak mengisolasi diri di Beograd setelah dia dinyatakan positif Covid pada 16 Desember. Novak Djokovic akan bermain melawan sesama petenis Serbia, Miomir Kecmanovic, dalam babak pembukaan Australia Terbuka setelah pengundian yang dilakukan hari ini.

    Baca juga: Pemerintah Australia Akan Putuskan Nasib Novak Djokovic Hari Ini

    SUMBER: FIRSTPOST

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.