RUU Hak Suara Macet di Kongres, Joe Biden Tuding Senator Republik Pengecut

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pernyataan tentang laporan pekerjaan Mei setelah pengusaha AS meningkatkan perekrutan di tengah meredanya pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di Rehoboth Beach Convention Center, Rehoboth Beach, Delaware, AS, 4 Juni 2021. [REUTERS/Kevin lamarque]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joe Biden terlihat kesal karena rancangan  undang-undang hak suara terhenti di Kongres. Ia minta anggota parlemen Demokrat mengubah aturan Senat untuk mengatasi oposisi Republik.

Dalam pidato yang dirancang untuk menghidupkan perjuangan meloloskan undang-undang pemungutan suara federal dan meyakinkan Demokrat yang skeptis tentang komitmennya, Biden menyebut banyak anggota Partai Republik pengecut dan ia berkomitmen mengubah "filibuster" Senat AS untuk meloloskan undang-undang.

Menyebutnya sebagai "pertempuran untuk jiwa Amerika," presiden dari  Demokrat ini menempatkan upaya hak suara setara dengan perjuangan melawan segregasi oleh pemimpin hak-hak sipil Martin Luther King Jr.

Mantan Presiden Donald Trump menuduh pemilihan 2020 dicurangi oleh Demokrat melalui penipuan pemilih, menyebabkan anggota parlemen Partai Republik di 19 negara bagian mengesahkan lusinan undang-undang yang mempersulit pemungutan suara. Pakar politik mengatakan langkah-langkah ini menargetkan minoritas, yang memilih dalam proporsi lebih besar untuk Demokrat.

Biden pada hari Selasa mengatakan, Partai Republik harus memilih sisi sejarah mana yang mereka inginkan, saat ia membandingkan pahlawan hak-hak sipil dengan supremasi kulit putih paling bersemangat di negara itu.

"Apakah Anda ingin berada di pihak Martin Luther King atau George Wallace?" kata Biden, merujuk pada mantan gubernur Alabama yang segregasionis.

Nada suaranya menggemakan pernyataan pada peringatan satu tahun serangan di Capitol AS, yang mencerminkan Gedung Putih baru setelah satu tahun fokus bekerja dengan Partai Republik. Pendukung Trump mencoba "kudeta" pada 6 Januari 2021, kata Biden Selasa.

"Tidak ada satu pun Republikan yang menunjukkan keberanian membela presiden yang kalah untuk melindungi hak Amerika untuk memilih," kata Biden. "Tidak satu pun."

Sebelum Biden berbicara, ada momen kekhidmatan saat dia dan Wakil Presiden Kamala Harris berdiri di depan makam King, dengan keluarga King berdiri di dekatnya. Biden dan Harris kemudian berbicara di kampus Universitas Clark Atlanta dan Morehouse College, dua sekolah kulit hitam yang bersejarah.

Jesiah Osbourne, 21 tahun, seorang senior di Morehouse yang memberikan tinjauan beragam kepada Biden secara keseluruhan, mengatakan dia memuji presiden karena mendorong landasan hak sipil bahkan tanpa adanya jalur legislatif yang jelas. "Itu tidak akan terjadi dalam semalam," katanya. "Tidak ada persatuan."

Banyak aktivis mengatakan Biden seharusnya berbuat lebih banyak selama tahun pertamanya menjabat untuk mendorong reformasi, dan beberapa, termasuk Stacey Abrams dari Georgia, tidak menghadiri pidatonya.

Biden mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa dia berbicara dengan Abrams, dan meskipun ada jadwal yang kacau, mereka "berada di halaman yang sama."

"Presiden sangat memahami bahwa Kongres harus meloloskan" RUU hak suara "dengan cara legislatif apa pun yang diperlukan," kata Abrams, calon gubernur dari Partai Demokrat di Georgia.

Berikutnya: Isi RUU Pemilu yang diusulkan Biden






Penjualan Senjata Global Naik Jadi US$592 Miliar pada 2021

50 menit lalu

Penjualan Senjata Global Naik Jadi US$592 Miliar pada 2021

Penjualan senjata dan layanan militer oleh 100 perusahaan pertahanan terbesar dunia naik 1,9 persen menjadi US$592 miliar pada 2021.


Uni Eropa Ajak WTO Gugat Kebijakan Inflasi Amerika

16 jam lalu

Uni Eropa Ajak WTO Gugat Kebijakan Inflasi Amerika

US Inflation Reduction Act (IRA) dianggap Uni Eropa bisa mendiskriminasikan perusahaan asal Eropa


Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

21 jam lalu

Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

Hyundai Motor Co. melaporkan data penjualan mobil listrik mereka di pasar otomotif Amerika serikat pada November 2022.


AHY Berpendapat Masyarakat Indonesia Perlu Meningkatkan Literasi Politik

1 hari lalu

AHY Berpendapat Masyarakat Indonesia Perlu Meningkatkan Literasi Politik

Literasi politik, kata AHY, merupakan salah satu cara melawan cara-cara kotor dalam berpolitik di dalam negeri.


Politikus Demokrat Anggap Pelemparan Telur Busuk Kantor NasDem Aceh Memalukan

2 hari lalu

Politikus Demokrat Anggap Pelemparan Telur Busuk Kantor NasDem Aceh Memalukan

Ali menyebut Nasdem optimis bisa meraup suara hingga 85 persen di Aceh. Pasalnya, kata dia, semua masyarakat Serambi Mekkah menjagokan Anies.


Top 3 Dunia: Jumlah Gaji PM Malaysia Anwar Ibrahim, Biden Ogah Bertemu Putin

2 hari lalu

Top 3 Dunia: Jumlah Gaji PM Malaysia Anwar Ibrahim, Biden Ogah Bertemu Putin

Top 3 dunia dari gaji Anwar Ibrahim sebagai PM Malaysia, efek obat fentanil hingga Biden yang tak mau bertemu Putin.


3 Rekor Tercipta Usai Belanda Singkirkan AS di Piala Dunia 2022

2 hari lalu

3 Rekor Tercipta Usai Belanda Singkirkan AS di Piala Dunia 2022

Berikut redaksi Tempo.co merangkum 3 rekor di balik kemenangan Belanda atas Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2022:


Hasil Pertandingan Piala Dunia 2022: Belanda vs AS: Tim Oranye Lolos

2 hari lalu

Hasil Pertandingan Piala Dunia 2022: Belanda vs AS: Tim Oranye Lolos

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2022 antara Belanda vs Amerika Serikat telah berakhir pada Sabtu malam WIB, 3 Desember 2022.


Elon Musk dan Macron Bertemu Diam-diam, Bahas Aturan Konten Twitter

2 hari lalu

Elon Musk dan Macron Bertemu Diam-diam, Bahas Aturan Konten Twitter

Presiden Macron mendiskusikan kebijakan moderasi konten platform media sosial saat bertemu dengan bos Twitter Elon Musk di Amerika Serikat.


Pembocor Data Rahasia AS Edward Snowden Resmi Jadi Warga Negara Rusia

2 hari lalu

Pembocor Data Rahasia AS Edward Snowden Resmi Jadi Warga Negara Rusia

Eks agen intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden mendapat paspor Rusia. Ia diburu karena membocorkan rahasai bahwa AS menyadap kepala negara.