Abaikan Corona, 1 Juta Umat Hindu India Akan Gelar Ritual di Sungai Gangga

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Foto udara kuburan massal di tepian Sungai Gangga, Phaphamau, India, 21 Mei 2021. REUTERS/Ritesh Shukla

    Foto udara kuburan massal di tepian Sungai Gangga, Phaphamau, India, 21 Mei 2021. REUTERS/Ritesh Shukla

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir satu juta umat Hindu di India diperkirakan akan berkumpul di tepi Sungai Gangga pada Jumat dan Sabtu ini. Mereka akan melakukan ritual mandi suci di tengah melonjaknya kasus infeksi Covid-19 di seluruh negeri.

    India mencatatkan kasus Covid-19 168.063 infeksi pada Selasa lalu, naik 20 kali lipat dalam sebulan. Sebagian besar orang yang terinfeksi telah pulih di rumah. Tingkat rawat inap juga tak sampai separuhnya dibandingkan gelombang besar infeksi terakhir pada April dan Mei.

    Banyak negara bagian telah mengumumkan jam malam. Ibu kota Delhi juga memberlakukan penguncian akhir pekan, menutup kantor-kantor swasta serta restoran dan bar untuk mengendalikan varian Omicron yang menyebar cepat.

    Namun puluhan ribu peziarah telah mencapai lokasi ritual tahunan Sungai Gangga di sebuah pulau di negara bagian timur Bengal Barat. Daerah ini melaporkan jumlah kasus terbanyak setelah negara bagian Maharashtra di barat.

    “Kerumunan bisa membengkak di mana saja antara 800.000 hingga satu juta. Kami berusaha menerapkan semua protokol Covid-19,” ujar Bankim Chandra Hazra, seorang menteri Benggala Barat yang bertanggung jawab menyelenggarakan festival Gangasagar Mela kepada Reuters.

    “Kami juga telah mengatur percikan air suci dari drone sehingga tidak ada kerumunan. Namun para sadhus (orang suci Hindu) bertekad untuk berenang. Kami tidak bisa mencegah mereka.”

    Tahun lalu India menghadapi tsunami Covid-19 varian Delta setelah festival keagamaan besar serupa dilaksanakan di daerah utara. Jutaan orang terinfeksi dan puluhan ribu lainnya meninggal.

    Para dokter khawatir festival di Sungai Gangga kali ini akan menyebarkan varian Omicron dan meningkatkan kasus infeksi Covid-19. Pengadilan Tinggi Calcutta pun memutuskan semua peziarah harus diuji Corona.

    Dokter telah mengajukan banding ke pengadilan untuk membatalkan keputusan yang mengizinkan festival tahun ini. Bhramar Mukherjee, profesor epidemiologi di University of Michigan, mengatakan pertemuan itu bisa menjadi bencana.

    Setiap tahun pada 14 Januari adalah hari penting Hindu India, Makar Sankranti. Para peziarah mengunjungi desa Gangasagar untuk berenang di pertemuan Sungai Gangga dan Teluk Benggala. Mereka percaya hal itu akan menghapus dosa-dosa mereka dan nenek moyang.

    Baca: Kaleidoskop 2021: Sungai Gangga Jadi Kuburan Massal Korban COVID-19 India

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?