Pria Ini Sudah Disuntik Vaksin Corona 11 Kali, Ditangkap Saat Antre yang ke-12

Reporter

Seorang petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 COVISHIELD yang diproduksi oleh Serum Institute of India, pada seorang penggembala dalam perjalanan vaksinasi di Lidderwat dekat Pahalgam, di distrik Anantnag, Kashmir selatan, 10 Juni 2021. Kementerian Kesehatan India melaporkan bahwa 94.052 kasus Corona tercatat dalam 24 jam terakhir. REUTERS/Sanna Irshad Mattoo

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria India, Brahmadeo Mandal, mengaku telah menerima vaksin Corona sebanyak 11 kali. Ia ditangkap dari pusat kesehatan primer sebelum mendapatkan dosis yang kedua belas.

Mandal adalah seorang warga negara bagian Bihar timur berusia 84 tahun. Menurut surat kabar The New Indian Express, dia berhasil menerima dosis dengan menggunakan kartu identitas yang berbeda dan nomor ponsel kerabatnya.

Pemerintah India hanya mengamanatkan dua suntikan vaksin Corona untuk warganya. Saat ini India sedang memberi suntikan penguat booster untuk petugas kesehatan di garis depan dan warga yang berusia di atas 60 tahun yang memiliki penyakit penyerta mulai 10 Januari.

Brahmadeo Mandal menerima suntikan vaksin Corona pada Maret, Mei, Juni, Juli dan Agustus. Dia melanjutkan untuk mendapatkan tiga dosis lagi pada September dengan menggunakan tiga kartu identitas yang berbeda. Kartu yang digunakan termasuk kartu identitas pemilih dan kartu Aadhaar, kartu identitas yang memberikan 12 digit nomor identifikasi unik untuk setiap warga negara.

Mandal mengklaim bahwa pada akhir tahun 2021, ia telah menerima 11 suntikan vaksin. Dia menambahkan merasa lebih baik setelah setiap suntikan, menurut The New Indian Express.

Menurut Mandal, dia merasakan efek yang menguntungkan setelah menerima suntikan berkali-kali. “Saya mendapat banyak manfaat dari vaksin. Makanya saya mengkonsumsi berkali-kali,” ujarnya.

Mandal adalah seorang pensiunan pegawai departemen pos. Dia mencatat tempat, tanggal dan waktu ketika menerima vaksin Corona.

Dia menghimbau semua orang untuk divaksinasi. “Pemerintah telah membuat hal yang luar biasa (vaksin).”

Kisah Mandal yang berkali-kali divaksinasi, menimbulkan keraguan pada sistem. Mandal diduga menyerahkan kartu Aadhaar dan nomor teleponnya pada delapan kesempatan dan menggunakan KTP pemilih serta nomor telepon istrinya saat disuntik di kesempatan lainnya.

Pejabat Departemen Kesehatan mengklaim bahwa sistem dapat ditipu. Mereka mengatakan bahwa kartu Aadhaar dan nomor telepon dikumpulkan di kamp dan kemudian dimasukkan ke dalam database.

Namun terkadang detailnya ditolak jika ditemukan berulang. Ini memungkinkan orang untuk menghindari sistem. “Inilah mengapa data di komputer dan di register offline terkadang berbeda,” kata seorang pejabat.
Pejabat distrik di daerah tersebut telah memerintahkan penyelidikan atas masalah tersebut. Penyelidikan akan menemukan bagaimana Mandal berhasil mendapatkan begitu banyak suntikan, kata Amrendra Pratap Shahi, seorang ahli bedah sipil distrik.

India sedang menggenjot vaksinasi Covid-19 penuh untuk seluruh penduduknya. Kesenjangan lebar tetap ada antara warga yang telah menerima dosis pertama dan mereka yang belum menerima suntikan kedua.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengklaim pemerintahnya akan memvaksinasi semua warganya yang berjumlah 1,3 miliar penduduk negara itu pada 31 Desember tahun lalu.

Baca: Anti-Vaksin, Juara Dunia Kickboxing Meninggal karena Covid-19

INDEPENDENT | TIMES OF INDIA






DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

15 jam lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

19 jam lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Ponsel Flagship Google Pixel 7, Sudah Ada Harga dan Pre-order

1 hari lalu

Ponsel Flagship Google Pixel 7, Sudah Ada Harga dan Pre-order

Sekitar seminggu menjelang rilis resmi perangkatnya, info harga ponsel terbaru Google, seri Pixel 7, telah beredar.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

2 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

2 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Larangan Aktivitas Bisnis di Sekitar Taj Mahal, Ratusan Pelaku Usaha Terancam

2 hari lalu

Larangan Aktivitas Bisnis di Sekitar Taj Mahal, Ratusan Pelaku Usaha Terancam

Perintah Mahkamah Agung akan mempengaruhi setidaknya 500 gerai komersial di sekitar Taj Mahal.


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

3 hari lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

3 hari lalu

PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf mengatakan sedang dalam proses membangun dialog dengan pemerintah India dan organisasi Hindu RSS.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

3 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

3 hari lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.