Kerusuhan di Kazakhstan Tidak Mengganggu Pasokan Uranium Dunia

Reporter

Seorang pekerja Kazatomprom memeriksa tingkat radiasi uranium oksida di tambang uranium PV-19 Mynkuduk Timur di selatan Kazakhstan, 11 Mei 2006. [REUTERS/Vladimir Pirogov]

TEMPO.CO, Jakarta - Protes di Kazakhstan belum memengaruhi industri uranium negara itu sejauh ini, tetapi jika krisis meningkat dan transportasi terganggu, pengiriman bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan tenaga nuklir dari produsen dominan akan berisiko.

Kerusuhan berhari-hari menentang kenaikan harga BBM telah mendorong pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat di Kazakhstan, dengan tentara menembaki pengunjuk rasa di kota terbesarnya, Almaty, pada Kamis.

Negara ini adalah produsen uranium utama dunia, menyumbang sekitar 40% dari pasokan global yang diperkirakan mencapai 50.000 ton per tahun. Penilaian oleh S&P Global Platts menunjukkan harga uranium telah naik 8,3% sejak Selasa menjadi US$45,75 (Rp654.883) per pon pada Kamis, tertinggi sejak 30 November, Reuters melaporkan, 8 Januari 2022.

Penambang dan analis mengatakan persediaan dan kapasitas menganggur yang dapat dimulai kembali diharapkan membatasi kenaikan harga.

Kazatomprom, produsen uranium terbesar di dunia, mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya beroperasi secara normal tanpa berdampak pada output atau ekspor. Analis CRU Toktar Turbay mengatakan tambang uranium Kazakhstan sebagian besar berada di wilayah Turkestan, jauh dari tempat protes terjadi.

Namun kekhawatiran tetap ada tentang bagaimana produsen akan mendapatkan bahan dari tambang ke pengguna akhir. Sekitar setengah dari uranium yang diproduksi di Kazakhstan dikirim ke Cina, dengan sisanya ke pasar lain termasuk Eropa dan Kanada.

"Transportasi dapat menjadi kendala, karena bahan yang menuju Cina melewati Almaty," kata Turbay.

Namun Cina telah menambah cadangan uraniumnya dan menyimpan lebih dari 10 tahun konsumsi pada tingkat saat ini. Turbay memperkirakan Cina telah menimbun 120.000 ton uranium selama 10 tahun terakhir.

Cina tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebuah mobil yang terbakar terlihat di dalam Kediaman Presiden yang diserbu oleh demonstran selama protes yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar di Almaty, Kazakhstan 6 Januari 2022. REUTERS/Pavel Mikheyev

Uranium menuju Eropa atau Kanada biasanya melewati Rusia dan Laut Hitam, yang menghindari wilayah Almaty.

Sumber pasar mengatakan kapasitas menganggur karena harga rendah dapat dimulai kembali untuk menjaga pasokan pasar.

Ini termasuk kapasitas di Cameco Kanada, yang mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya dapat melanjutkan produksi sekitar 24 juta pon uranium setiap tahun di Amerika Utara jika dibutuhkan oleh pasar global.

Energy Fuels Inc yang berbasis di AS mengatakan dapat mulai memproduksi 500.000 pon uranium setiap tahun dalam waktu enam bulan jika harga bahan bakar nuklir naik karena kerusuhan politik di Kazakhstan.

"Kekhawatiran difokuskan pada kemampuan untuk mengangkut uranium ke luar negeri," kata William Freebairn dari S&P Global Platts.

"Utilitas umumnya konservatif tentang pembelian uranium mereka dan mereka mengamankan bahan dari berbagai wilayah geografis dan memiliki persediaan strategis untuk mengurangi risiko geopolitik semacam ini," katanya.

Baca juga: Penambangan Bitcoin Terganggu karena Protes Mematikan di Kazakhstan

REUTERS






Ribuan Orang Protes Hari Nasional Australia sebagai "Hari Invasi"

7 hari lalu

Ribuan Orang Protes Hari Nasional Australia sebagai "Hari Invasi"

Pemerintahan Australia berencana mengadakan referendum untuk mengakui masyarakat pribumi dalam konstitusi.


Terkini Bisnis: PUPR Singgung Kasus Meikarta, Kronologi Pembobolan Rekening BCA Rp320 Juta

8 hari lalu

Terkini Bisnis: PUPR Singgung Kasus Meikarta, Kronologi Pembobolan Rekening BCA Rp320 Juta

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR Herry Trisaputra Zuna menyinggung kasus Meikarta yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini.


NASA Uji Coba Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir pada 2027

8 hari lalu

NASA Uji Coba Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir pada 2027

proyek NASA ini bagian dari upaya jangka panjang untuk menunjukkan metode yang lebih efisien dalam mendorong astronot ke Mars di masa depan.


Visa Kunjungan WNA Kazakhstan ke RI Terbit, Duta Besar Fadjroel Rachman Beberkan Potensinya

9 hari lalu

Visa Kunjungan WNA Kazakhstan ke RI Terbit, Duta Besar Fadjroel Rachman Beberkan Potensinya

Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan Mochammad Fadjroel Rachman membeberkan potensi wisatawan dari Kazakhstan.


Bertemu Jokowi, Fadjroel Rachman Targetkan Nilai Dagang RI - Kazakshtan USD 1 Miliar: Dorong Investasi ke IKN

9 hari lalu

Bertemu Jokowi, Fadjroel Rachman Targetkan Nilai Dagang RI - Kazakshtan USD 1 Miliar: Dorong Investasi ke IKN

Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan Mochammad Fadjroel Rachman melaporkan capaian hasil kerja sama internasional kepada Presiden Jokowi.


Fadjroel Rachman Temui Jokowi di Istana: Sister City IKN dan Ibu Kota Kazakhstan Segera Diteken

9 hari lalu

Fadjroel Rachman Temui Jokowi di Istana: Sister City IKN dan Ibu Kota Kazakhstan Segera Diteken

Fadjroel Rachman mengatakan kedatangannya untuk menyampaikan sejumlah hal kepada Presiden Jokowi. Apa saja?


Mantan Pemegang Lisensi McDonald's di Kazakshtan Buka Gerai Makanan Cepat Saji

10 hari lalu

Mantan Pemegang Lisensi McDonald's di Kazakshtan Buka Gerai Makanan Cepat Saji

Restoran yang dulunya beroperasi di bawah merek McDonald's di Kazakshtan pada Senin, 23 Januari 2023, dibuka kembali.


Torpedo Nuklir Poseidon Rusia: Daya Ledak, Jangkauan, dan Kehancuran

12 hari lalu

Torpedo Nuklir Poseidon Rusia: Daya Ledak, Jangkauan, dan Kehancuran

Besarnya dan kecepatan Poseidon tak tertandingi torpedo manapun milik NATO. Apa yang terjadi jika menghantam New Yor City?


Unjuk Rasa di Peru Serukan Perubahan

14 hari lalu

Unjuk Rasa di Peru Serukan Perubahan

Gelombang unjuk rasa yang meletus di Peru pada bulan lalu masih berlanjut, di mana ribuan orang turun ke jalan pada Kamis, 19 Januari 2023.


Sekutu Putin: Perang Nuklir Terjadi jika Rusia Kalah di Ukraina

14 hari lalu

Sekutu Putin: Perang Nuklir Terjadi jika Rusia Kalah di Ukraina

Orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Medvedev, memperingatkan NATO bahwa kekalahan Moskow di Ukraina dapat memicu perang nuklir di Eropa.