Dimasukkan Dalam Daftar Sponsor Terorisme, Korea Utara Balik Sebut AS Dalangnya

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tersenyum saat mengunjungi Kota Samjiyon, Korea Utara pada 16 November 2021. KCNA via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara berang karena Amerika Serikat kembali memasukkan mereka ke dalam daftar negara sponsor terorisme. Pyongyang balik menuduh Washington terlibat dalam aksi teroris dengan dalih "kontraterorisme."

Awal bulan ini, Departemen Luar Negeri AS meluncurkan Laporan Negara tahunan tentang Terorisme 2020, yang memasukkan Korea Utara tetap dalam daftar sponsor terorisme bersama dengan Iran dan Suriah.

Dalam sebuah posting di situs kementerian luar negerinya, Pyongyang mengkritik Washington karena berpura-pura sebagai "hakim terorisme". Menurut kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mereka juga membuat katalog sejumlah perang yang melibatkan AS di masa lalu dan mencercanya sebagai "tindakan terorisme negara berskala besar."

"AS adalah negara kriminal terorisme yang tidak segan-segan melakukan aksi terorisme," demikian pernyataan Kemenlu Korut, yang mengklaim bahwa AS melakukan operasi teroris yang menargetkan tokoh politik dan pejabat pemerintah di luar negeri.

Disebutkan juga bahwa kecaman Washington terhadap negara lain sebagai "negara teroris" adalah "kasus terburuk dari pihak yang bersalah yang mengajukan gugatan terlebih dahulu".

Korea Utara telah masuk dalam daftar negara sponsor terorisme AS sejak 2017, ketika agen Korea Utara membunuh saudara tiri pemimpin Kim Jong-un, Kim Jong-nam, menggunakan zat kimia di Malaysia dengan melibatkan seorang WNI bernama Siti Aisyah yang di pengadilan dinyatakan tidak bersalah.

Baca juga: Siti Aisyah Bebas, Mahathir Bantah Dilobi: Ini Sesuai Hukum






Balon Mata-mata Cina Terbang di Atas Situs Militer AS, Sempat Mau Ditembak

1 jam lalu

Balon Mata-mata Cina Terbang di Atas Situs Militer AS, Sempat Mau Ditembak

Amerika Serikat mengklaim balon mata-mata Cina terbang di atas situs militer beberapa hari sebelum Menlu AS Anthony Blinken ke negara tersebut.


Khawatir Ancaman Cina, Filipina Berikan AS Akses Lebih Luas ke Pangkalan Militernya

14 jam lalu

Khawatir Ancaman Cina, Filipina Berikan AS Akses Lebih Luas ke Pangkalan Militernya

Cina menegaskan akses AS yang lebih luas ke pangkalan militer Filipina dapat mengganggu stabilitas regional dan meningkatkan ketegangan.


Picu Kebutaan dan Kematian, Obat Tetes Mata India Dilarang di Amerika Serikat

18 jam lalu

Picu Kebutaan dan Kematian, Obat Tetes Mata India Dilarang di Amerika Serikat

CDC Amerika Serikat menyebut obat buat India ini menyebabkan setidaknya 55 kasus kehilangan penglihatan permanen, rawat inap, dan satu kematian.


AS Unjuk Kekuatan, Korea Utara Ancam Jadikan Semenanjung Zona Perang Besar

22 jam lalu

AS Unjuk Kekuatan, Korea Utara Ancam Jadikan Semenanjung Zona Perang Besar

Korea Utara ancam ubah Semenanjung Korea menjadi "zona persenjataan perang besar dan zona perang yang lebih kritis" setelah AS gelar latihan perang


Amerika Serikat Akan Setop Bantuan Militer Rusia ke Myanmar

1 hari lalu

Amerika Serikat Akan Setop Bantuan Militer Rusia ke Myanmar

AS mengintip peluang untuk membatasi kerja sama militer Myanmar dan Rusia. Washington menegaskan dukungan ke ASEAN.


Amerika Serikat Tuding Rusia Langgar Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir

1 hari lalu

Amerika Serikat Tuding Rusia Langgar Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir

Amerika Serikat dan Rusia masih menyumbang sekitar 90 persen dari hulu ledak nuklir dunia.


Survei: Warga Amerika Kecewa AS Jor-joran Bantu Ukraina

1 hari lalu

Survei: Warga Amerika Kecewa AS Jor-joran Bantu Ukraina

Sejumlah warga AS menyatakan kecewa pemerintahannya memberi banyak bantuan ke Ukraina untuk perang dengan Rusia.


Amerika Serikat dan India Kerja Sama Senjata hingga AI untuk Tandingi Cina

1 hari lalu

Amerika Serikat dan India Kerja Sama Senjata hingga AI untuk Tandingi Cina

Washington meluncurkan kemitraan Amerika Serikat dengan India di bidang teknologi dan pertahanan untuk menandingi pengaruh Cina.


2 Tahun Kudeta, AS dan Sekutu Tambah Sanksi ke Junta Militer Myanmar

1 hari lalu

2 Tahun Kudeta, AS dan Sekutu Tambah Sanksi ke Junta Militer Myanmar

Ini menandai pertama kalinya Amerika Serikat menargetkan pejabat Perusahaan Minyak dan Gas Myanmar


Lagi, AS Siapkan Paket Bantuan Senjata dan Amunisi Rp 30 T untuk Ukraina

1 hari lalu

Lagi, AS Siapkan Paket Bantuan Senjata dan Amunisi Rp 30 T untuk Ukraina

Ukraina akan mendapat bantuan senjata dari Amerika Serikat senilai Rp 30 trililun. Apa saja isi paketnya?