Wanita Indonesia Disembunyikan Suaminya Tujuh Tahun di Taiwan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Taipei: Seorang warga Taiwan menyembunyikan istrinya yang berkewarganegaraan Indonesia dan anaknya di apartemen selama tujuh tahun di Puli, Taiwan. Menurut petugas imigrasi dan berita media lokal, Rabu (7/1), warga Taiwan tersebut menyembunyikan istri dan anaknya karena takut istri dan anaknya dideportasi.

    Otoritas di Puli membongkar rahasia Liu Fan-jung, 43 tahun, pada Agustus 2008. Liu, yang merupakan pembuat mi, bertemu dengan istrinya sekitar 14 tahun lalu. Istri Liu, Chen, merupakan warga Indonesia keturunan Cina. Menurut United Daily News, Chen bertemu Liu saat berkunjung dengan visa turis. Akan tetapi, Chen mendapat kerja di Taiwan meski masa visanya habis.

    Liu dan Chen bertemu dan menikah, namun tidak mendaftarkan ke pihak otoritas. Liu khawatir Chen bakal dideportasi sehingga Chen masuk daftar hitam yang membuat Chen tidak bisa kembali ke Taiwan selama tiga tahun.

    Liu dan Chen kini memiliki tiga anak yaitu dua anak laki-laki berusia 11 tahun dan delapan tahun serta satu anak perempuan berusia lima tahun. Liu menyembunyikan istri dan anaknya selama tujuh tahun di kamar di lantai dua sebuah apartemen yang disewa.

    Pada Agustus lalu, seorang petugas lokal mendengar suara tangis anak kecil di rumah Liu. Khawatir terjadi kekerasan dalam rumah tangga, petugas tersebut masuk dan menemukan keluarga Liu.

    Melihat orang asing masuk, Chen dan anak-anaknya merangkak ke sudut kamar dan gemetar ketakutan. Anak-anak Chen terlihat pucat dan tidak bisa berbicara dengan baik karena tidak berhubungan dengan manusia.

    Saking ketakutan, ketika melihat polisi di televisi, Chen langsung lari ketakutan ke sudut kamar di apartemen dan. Anak-anak mereka terkadang mengigau, "Jangan tangkap ibu saya!"

    ASIAN AGE| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.