Perintah Membunuh Dikendalikan Menggunakan Telepon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif , New Delhi: Aktifitas penyerangan Mumbai akhirnya terkuak, setelah transkrip rekaman pembicaraan kelompok militan saat penyerangan dilakukan diputar.


    “Kami telah menahan tiga orang asing, salah satunya wanita,” ujar penyerang, yang diidentifikasi bernama Fahadullah. “Bunuh mereka. Jangan matikan teleponnya agar kami disini bisa mendengarkan suara tembakan.”


    Penyerangan yang terpusat di Hotel Taj Mahal dan Oberoi-Trident selam 60 jam pada tanggal 29 November 2008 ini, terbukti dilakukan Lashkar e-Taiba. Penyerangan ini menewaskan 165 penduduk sipil dan sembilan dari sepuluh penyerang.


    Transkrip lainnya memperdengarkan suara tembakan yang kemudian diikuti jeritan. Detil pembicaraan penyerang terbukti dengan adanya enam orang yang berada di Pakistan.


    Sebelumnya, Perdana menteri India mengatakan kecanggihan operasi penyerangan di Mumbai tidak lepas dari dukungan beberapa agen intelijen Pakistan. Perdana Menteri Manmohan Singh, dalam pertemuan pejabat tinggi India, menyatakan bahwa dalam investigasi telah menemukan kejelasan bahwa laskar e-Taiba Pakistan berada dibalik penyerangan berdarah.


    Singh tidak secara langsung menuding pejabat Pakistan terlibat, tapi India menyalahkan kelemahan agen spionase Pakistan, Inter-Services Intelligence, yang terlibat dalam penyerangan ke India dalam beberapa tahun terakhir.


    AP| AFP| NUR HARYANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.