Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Banjir di Malaysia, 21 Ribu Warga Dievakuasi ke Pengungsian

Reporter

image-gnews
Sebuah truk terjebak banjir di Shah Alam, Malaysia, 18 Desember 2021. Ashraf Noor Azam/via REUTERS
Sebuah truk terjebak banjir di Shah Alam, Malaysia, 18 Desember 2021. Ashraf Noor Azam/via REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 21.000 orang yang terlantar akibat banjir di Malaysia sudah diselamatkan oleh layanan darurat Malaysia bersama sukarelawan sipil. Hujan deras yang mengguyur tujuh negara bagian menyebabkan banjir besar.

Lebih dari 66.000 personel polisi, tentara, dan pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu menyelamatkan orang-orang dari kendaraan yang terendam banjir. Jalan-jalan tergenang air di luar rumah mereka.

Kantor berita negara Bernama melaporkan total 21.000 orang telah dievakuasi secara nasional ke pusat-pusat bantuan. Saat operasi penyelamatan berlanjut, Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob sebelumnya mengatakan, Selangor yang merupakan negara bagian terkaya dan terpadat di Malaysia, adalah salah satu yang paling terpukul. Sebanyak 15.000 orang telah dievakuasi di Selangor, ke lebih dari 100 pusat bantuan. Dia mengatakan curah hujan selama sehari terakhir setara dengan sebulan dalam kondisi normal.

Sejumlah relawan bergerak menyelamatkan korban banjir. Salah satunya adalah Mohamad Adib Hariz Fadzilah. Ia bergegas ke toko perlengkapan berkemah untuk membeli kayak dan jaket pelampung sambil juga mengirimkan permintaan bantuan melalui media sosial.

"Saya mengetahui bahwa beberapa orang (layanan darurat) membeli persediaan dari sini. Saya terkejut bahwa mereka juga tidak memiliki peralatan yang cukup," katanya.

Salah satu korban banjir, Rohkidah Yusof, 60, sedang mengantarkan makanan ke seorang pelanggan di Shah Alam dengan dua anak dan dua cucu di saat air terus tinggi. Ia memutuskan untuk pulang pada hari Sabtu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Saya tidak pernah mengalami banjir seburuk ini. Saya ingin pulang tetapi saya tidak yakin bagaimana kita akan sampai di sana," katanya.

Warga Selangor lainnya, Mohammad Shahrul Azmir Selamat, mengatakan lingkungan di Hulu Langat terhindar dari banjir karena berada di dataran yang lebih tinggi. Namun akses jalan tergenang. Kini banjir sudah mulai surut. Warga yang terkena dampak pun sudah pulang ke rumah. 

Pada Minggu malam, Departemen Meteorologi Malaysia mencabut peringatan hujan lebat secara nasional.

Baca: Banjir di Malaysia: Banyak Orang Tak Bisa Pulang, Terpaksa Tidur di Mobil

REUTERS

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sering Terjadi Genangan di Pasar Rebo, Pemkot Jaktim Bikin Saluran Air 500 Meter

13 jam lalu

Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra
Sering Terjadi Genangan di Pasar Rebo, Pemkot Jaktim Bikin Saluran Air 500 Meter

Camat Pasar Rebo Mujiono mengatakan upaya mengatasi genangan di wilayahnya ini memang usulan warga melalui musrenbang.


Banjir di Alaska Catat Rekor, Warga Diminta Evakuasi setelah Bangunan Hancur

15 jam lalu

Foto udara kawasan pemukiman terendam banjir setelah hujan lebat di Chehalis, Washington, AS, 7 Januari 2022. REUTERS/Nathan Howard
Banjir di Alaska Catat Rekor, Warga Diminta Evakuasi setelah Bangunan Hancur

Cuaca ekstrem seperti banjir, diperkirakan akan meningkat sebagai dampak dari perubahan iklim yang disebabkan ulah manusia.


Banjir Melanda Sabuk Gandum China Akibat Topan Doksuri

3 hari lalu

Orang-orang menyortir barang di luar supermarket, setelah hujan dan banjir akibat sisa-sisa Topan Doksuri, di Beijing, China 2 Agustus 2023. REUTERS/Tingshu Wang
Banjir Melanda Sabuk Gandum China Akibat Topan Doksuri

Heilongjiang, yang dikenal sebagai lumbung besar utara China, terendam banjir akibat amukan Topan Doksuri.


Mahathir Mohamad Dirawat di Rumah Sakit karena Alami Infeksi

3 hari lalu

Mahathir Mohamad memeriksa beberapa berkas di bangsal rumah sakit di Institut Jantung Negara pada 3 Agustus 2023. Faceook/Dr Mahathir bin Mohamad
Mahathir Mohamad Dirawat di Rumah Sakit karena Alami Infeksi

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dirawat di rumah sakit Institut Jantung Negara (IJN), Kuala Lumpur, sejak Selasa lalu.


Pengungsi di Maybrat Keluhkan Rumah Mereka Masih Dipakai untuk Pos Militer TNI

3 hari lalu

Sejumlah warga Maybrat, Papua Barat Daya, melakukan demo di depan Gedung DPRD Maybrat memprotes pendirian pos militer di kampung mereka, Senin, 17 April 2023. Sumber: istimewa
Pengungsi di Maybrat Keluhkan Rumah Mereka Masih Dipakai untuk Pos Militer TNI

Lami Faan, salah satu pengungsi, mengatakan disuruh pulang ke kampung asal oleh pemda. Namun ia bingung tinggal di mana karena rumahnya dipakai TNI.


Jakarta Kembali ke Normalisasi Ciliwung, Apa Kata Warga Terdampak di Bibir Sungai?

4 hari lalu

Sebagian bantaran Sungai Ciliwung yang termasuk wilayah Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Senin 1 Agustus 2023. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memulai kembali program normalisasi untuk pengendalian banjir dari Ciliwung. TEMPO/NUR KHASANAH
Jakarta Kembali ke Normalisasi Ciliwung, Apa Kata Warga Terdampak di Bibir Sungai?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan melanjutkan kembali program normalisasi Ciliwung yang terhenti semasa Gubernur Anies Baswedan.


Anak-anak Pengungsi Maybrat Papua Barat Daya Terancam Stunting, Satu Hari Makan Sekali

4 hari lalu

Sejumlah warga Maybrat, Papua Barat Daya, melakukan demo di depan Gedung DPRD Maybrat memprotes pendirian pos militer di kampung mereka, Senin, 17 April 2023. Sumber: istimewa
Anak-anak Pengungsi Maybrat Papua Barat Daya Terancam Stunting, Satu Hari Makan Sekali

Lami Faan mencatat sekitar 20 anak pengungsi Maybrat meninggal, sebagian besar karena kurang gizi sejak terusir dari kampung mereka dua tahun lalu.


Pecat Misbun Sidek sebagai Pelatih Junior Malaysia, Presiden BAM Norza Zakaria Minta Maaf

4 hari lalu

Misbun Sidek. Instagram/@Datukmisbunsidek
Pecat Misbun Sidek sebagai Pelatih Junior Malaysia, Presiden BAM Norza Zakaria Minta Maaf

Misbun Sidek menerima permintaan maaf Presiden BAM Norza Zakaria.


Curah Hujan Beijing Catat Rekor, Terderas Selama 140 Tahun Terakhir

5 hari lalu

Petugas penyelamat dengan perahu melewati jalan yang terendam banjir di lingkungan di mana hujan deras berhari-hari akibat sisa-sisa Topan Doksuri telah menyebabkan kerusakan berat di Beijing, China, 1 Agustus 2023. REUTERS/Thomas Peter
Curah Hujan Beijing Catat Rekor, Terderas Selama 140 Tahun Terakhir

Hujan yang melanda ibu kota Cina, Beijing, dalam beberapa hari terakhir adalah yang terderas sejak pencatatan dimulai 140 tahun lalu


Ragam Pujian PSI ke Heru Budi yang Rampungkan Proyek Sodetan Ciliwung

5 hari lalu

Presiden Joko Widodo bersama Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono memberikan keterangan pers usai meresmikan Sodetan Ciliwung di Jakarta Timur, Senin, 31 Juli 2023. Tempo/Mutia Yuantisya
Ragam Pujian PSI ke Heru Budi yang Rampungkan Proyek Sodetan Ciliwung

PSI kembali memuji Heru Budi. Kali ini soal rampungnya proyek Sodetan Ciliwung yang sudah mangkrak bertahun-tahun.