Perdana Menteri Jepang Menolak Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tokyo: Perdana Menteri Jepang Taro Aso menolak tuntutan agar dirinya mundur. Aso bersikeras dirinya bisa membawa Jepang keluar dari resesi ekonomi.

    Menurut AFP, dukungan rakyat Jepang terhadap Aso turun hingga mencapai 20 persen karena masyarakat frustrasi dengan penanganan Aso terhadap krisis ekonomi di Jepang. Akan tetapi, Aso meminta rakyat Jepang untuk bersabar.

    "Saya yakin partai berkuasa dan saya bisa menerapkan langkah-langkah efektif untuk menaikkan ekonomi," ujar Aso yang juga presiden partai berkuasa, Partai Demokratik Liberal.

    Anggota parlemen dari pihak oposisi, Yukio Hatoyama, menuntut Aso mundur dan meminta pemilihan umum segera digelar yaitu pada September ini.

    Hatoyama, pemimpin Partai Demokratik, meminta Aso membatalkan rencana untuk memberi dana kepada setiap rumah tangga. Hatoyama menilai rencana tersebut sebagai 'sesuatu yang sangat bodoh'. Pemerintah Jepang berharap pemberian dana sebesar 2 triliun yen (Rp 244,6 triliun) atau 64 ribu yen (Rp 7,8 juta) per rumah tangga akan meningkatkan sektor konsumsi Jepang. Aso juga mengajukan rencana tersebut dalam anggaran tambahan yang diajukan ke parlemen pada Senin (5/1).

    "Tindakan tersebut tidak akan memiliki dampak ekonomi. Apalagi, sejak awal warga tidak menginginkannya," ujar Hatoyama. "Itu hanya menghambur-hamburkan uang publik. Jika kami bisa menggelontorkan 2 triliun yen, kami seharusnya menggunakan uang itu untuk membantu pengangguran dan kaum lanjut usia, serta mendukung bantuan kesehatan."

    AP| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.