Rumah Sakit Shifa di Gaza Sudah Tak Mampu Menampung Pasien  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Gaza: Pintu ruang gawat darurat Rumah Sakit Shifa di Gaza tak pernah tertutup. Pasien korban luka-luka terus mengalir masuk terutama anak-anak dan para wanita. Bahkan dalam dua hari ini meningkat drastis menyusul penyerbuan brutal dari Udara dan darat oleh Israel.


    Rumah sakit andalan ini sudah kekuarangan tenaga dokter spesialis khusunya bedah untuk dapat segera membantu pasien yang teruka. Salah satu staf kelompok medis Palestina , yang menjadi relawan organisasi kesehatan ini mengatakan bahwa rumah sakit sebenarnya sudah tak mampu lagi menampung pasien. “Selain itu, peralatan rumah sakit sudah banyak yang tidak bisa difungsikan karena tidak ada suku cadangnya,” ujar Dr Ayed Yghai, yang bekerja di Gaza.


    Dr Yghai mengatakan bahwa mereka berusaha menangani pasien secepat yang bisa dilakukan karena pasien terus bertambah. “Tapi iu tidak berarti mereka tidak mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Memang banyak yang membutuhkan segera operasi namun sangat sulit dilakukan.”


    Palang Merah Internasional terus mencoba masuk ke Gaza selama empat hari ini. “Kami akhirnya bisa mengirim dua spesialis bedah dan dua perawat di Gaza dan mereka akan muali bekerja hari ini di Shifa Hotel,” ujar Anne-Sophie Bonefeld dari ICRC di Yerusalem.


    Tim ini rencananya akan mengatur suplai darah dan obat-obatan serta vaksin. “Staf rumah sakit telah kelelahan dan banyak tidak dapat masuk bekerja karena terlalu berbahaya keluar rumah,” ujar Bonefeld.


    SKYNEWS| AFP| NUR HARYANTO








     


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.