Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kasus Pembunuhan WNI Adelina, Pengadilan Malaysia Minta Majikan Ditangkap

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

image-gnews
Majikan Adelina, Ambika MA Shan.[Malaysiakini.com]
Majikan Adelina, Ambika MA Shan.[Malaysiakini.com]
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Federal Malaysia mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap seorang warga senior, yang dituduh membunuh warga negara Indonesia, Adelina Jemirah pada 2018, karena tidak muncul dalam sidang.

Hakim Vernon Ong membuat perintah setelah wakil jaksa penuntut umum Mohd Dusuki Mokhtar memberi tahu pengadilan bahwa MA Ambika, 63 tahun, tidak menanggapi upaya polisi untuk memberikan surat panggilan sidang di rumahnya di Penang.

Adelina meninggal setelah menjadi korban penyiksaan majikannya di Penang, Malaysia. Sebelumnya, media menyebut namanya sebagai Adelina Lisao.  Ia meninggal pada 11 Februari 2018, sehari setelah ditemukan oleh tim penyelamat dengan tubuh penuh luka di rumah majikannya

“Surat pemberitahuan yang disampaikan kepada terdakwa pada sidang hari ini, diletakkan di depan pintu rumahnya pada 7 Desember,” kata Dusuki seperti dikutip Free Malaysia Today, Kamis, 9 Desember 2021.

“Putrinya (R Jayavartiny) mengaku (Ambika) mengetahui persidangan hari ini tetapi tidak muncul," katanya. Sidang telah ditunda beberapa kali karena ketidakhadirannya.

Ong mencatat bahwa Jayavartiny, yang hadir di pengadilan atas nama Ambika, telah menunjukkan laporan medis dan surat keterangan kesehatan ibunya.

“Namun, dalam surat keterangan dokter tidak disebutkan bahwa dia (Ambika) tidak dapat hadir di pengadilan karena kondisi kesehatannya,” kata hakim dan menambahkan bahwa pengadilan akan menunjuk seorang pengacara untuk mewakili Ambika dalam kasus pembunuhan tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ambika didakwa membunuh Adelina, 28 tahun, di rumahnya di Medan Kota Permai 2, Bukit Mertajam, pada 10 Februari 2018.

Pengadilan Tinggi di George Town tahun lalu membebaskannya, namun Kejaksaan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Kelompok hak asasi manusia Tenaganita telah mempertanyakan keputusan membatalkan tuduhan pembunuhan itu. Sekitar 30.000 orang juga telah menandatangani petisi mencari jawaban dari jaksa.

Konsul Jenderal RI di Penang Bambang Suharto dan petugas kedutaan hadir di pengadilan untuk mengamati jalannya persidangan.

Bambang berharap sidang bisa dilanjutkan di pengadilan tinggi. “Kami berharap kasus ini bisa membawa keadilan bagi Adelina dan pekerja migran lainnya,” ujarnya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Malaysia Evakuasi 123 Warganya dari Bangladesh

21 jam lalu

Warga negara Malaysia, yang dievakuasi dari kekerasan mematikan di Bangladesh, disambut oleh anggota keluarga saat mereka tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, Malaysia, 23 Juli 2024. REUTERS/Hasnoor Hussain
Malaysia Evakuasi 123 Warganya dari Bangladesh

Malaysia mengevakuasi 123 warganya dari Bangladesh menyusul demonstrasi mahasiswa memprotes kebijakan penerapan sistem kuota penerimaan pegawai


DPO Peracik Narkoba Asal Malaysia Masih Buron

1 hari lalu

Sebagian barang bukti pabrik narkoba yang digerebek Mabes Polri bersama Ditjen Bea Cukai dan Polda Jatim dipajang di meja sebelum jumpa pers Bareskrim Polri di Kota Malang, Rabu sore, 3 Juli 2024. Barang bukti yang diamankan antara lain, barang jadi narkoba tembakau sinte (gorila) seberat 1,2 ton, 25 ribu pil ekstasi, dan 25 ribu butir pil xanax, ditambah 40 kilogram bahan baku MDMB-4en-PINACA setara 2 ton produk jadi serta zat kimia yang bisa digunakan untuk memproduksi 2,1 juta ekstasi. TEMPO/Abdi Purmono
DPO Peracik Narkoba Asal Malaysia Masih Buron

KENT, WNA asal malaysia yang menjadi DPO karena terbukti berperan sebagai pemandu pembuatan narkoba di pabrik malang masih belum tertangkap.


Indonesia Urutan Pertama Tingkat Pengangguran Tertinggi di ASEAN

4 hari lalu

Para pencari kerja antre menggunakan gawai untuk memasukkan lamaran kerja pada Pameran Bursa Kerja di Thamrin City, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2024. Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar bursa kerja yang diikuti 40 perusahaan nasional dengan 1.200 lowongan pekerjaan itu bertujuan untuk untuk mengurangi angka pengangguran di wilayah DKI Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan
Indonesia Urutan Pertama Tingkat Pengangguran Tertinggi di ASEAN

IMF menempatkan Indonesia urutan pertama tingkat pengangguran tertinggi di ASEAN pada April 2024.


Pemadaman Internet Global Picu Kekacauan di Amerika Serikat, Eropa, Asia hingga Australia

5 hari lalu

Bisnis dan institusi telah terganggu oleh pemadaman TI besar-besaran yang juga berdampak pada bandara-bandara di AS, Inggris, Spanyol, Belanda, Perancis, Jerman dan Malaysia [Tom Westbrook/Reuters]
Pemadaman Internet Global Picu Kekacauan di Amerika Serikat, Eropa, Asia hingga Australia

Keamanan Siber Nasional Australia mengatakan 'tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa pemadaman internet ini adalah insiden keamanan siber'.


Harga Obat 5 Kali Lipat Lebih Mahal dari Malaysia, Menkes Budi Sebut Sejumlah Faktor Penyebabnya

5 hari lalu

Ilustrasi pembuatan obat di pabrik. Shutterstock
Harga Obat 5 Kali Lipat Lebih Mahal dari Malaysia, Menkes Budi Sebut Sejumlah Faktor Penyebabnya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan harga obat di Indonesia bisa lima kali lipat lebih mahal dari Malaysia.


Mahathir Mohamad Dilarikan ke Rumah Sakit

6 hari lalu

Mahathir Mohamad, 16 Oktober 2020. REUTERS/Lim Huey Teng
Mahathir Mohamad Dilarikan ke Rumah Sakit

Mahathir Mohamad kembali dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami batuk-batuk. Belum disampaikan detail penyakit Mahathir


Malaysia Berkomitmen Mencari Keadilan atas Tragedi Jatuhnya MH17

6 hari lalu

Malaysia Berkomitmen Mencari Keadilan atas Tragedi Jatuhnya MH17

Malaysia menegaskan kembali komitmen untuk mencari keadilan bagi korban tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 satu dekade silam


Malaysia Punya Taman Dinosaurus di Gurun, Terbesar di Asia Tenggara

6 hari lalu

Dino Desert di Malaysia (Monkeys Canopy)
Malaysia Punya Taman Dinosaurus di Gurun, Terbesar di Asia Tenggara

Taman di Malaysia ini memiliki 144 dinosaurus animatronik raksasa dan aurora yang ajaib.


Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Natuna yang Dituduh Melanggar Batas Wilayah

7 hari lalu

Delapan nelayan Natuna bertemu KJRI usai dinyatakan tidak bersalah dan bebas dari dakwaan di pengadilan Malaysia. Foto KJRI Kuching
Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Natuna yang Dituduh Melanggar Batas Wilayah

Delapan nelayan Natuna yang didakwa melanggar batas wilayah akhirnya dibebeaskan oleh pengadilan Malaysia.


Kim Pan-gon Tak Lagi Melatih Timnas Malaysia, Simak Perjalanan Kariernya

7 hari lalu

Pelatih Kim Pan Gon. FOTO/instagram
Kim Pan-gon Tak Lagi Melatih Timnas Malaysia, Simak Perjalanan Kariernya

Pelatih timnas Malaysia Kim Pan-gon mengundurkan diri dari jabatannya