Presiden Ahmed Pimpin Perang, Pasukan Ethiopia Desak Tigrayan Mundur

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Abiy Ahmed, Perdana Menteri Ethiopia. Sumber: Reuters

    Abiy Ahmed, Perdana Menteri Ethiopia. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan Ethiopia merebut kembali kota-kota strategis Dessie dan Kombolcha dari pasukan pemberontak Tigrayan, Senin, 6 Desember 2021. 

    Pasukan yang bersekutu dengan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) menguasai sejumlah kota di wilayah Amhara itu, lebih dari sebulan dan kemudian mengancam akan menyerbut ibu kota Addis Ababa.

    Juru bicara TPLF Getachew Reda tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar atas pernyataan pemerintah tersebut.

    Reuters tidak dapat memverifikasi pernyataan pemerintah tersebut. Saluran telepon terputus di banyak kota.

    Kantor komunikasi pemerintah juga melaporkan kemenangan dalam seminggu terakhir di wilayah Amhara dan Afar yang berbatasan dengan Tigray.

    Kantor Perdana Menteri Abiy Ahmed juga mengatakan pekan lalu pasukan federal telah merebut kembali kota Lalibela. Reuters telah memverifikasi secara independen bahwa Situs Warisan Dunia UNESCO telah kembali ke tangan pemerintah.

    Kemenangan ini setelah Abiy meninggalkan ibu kota untuk memimpin pertempuran di garis depan.

    Pasukan Tigrayan mengatakan pekan lalu bahwa mereka membuat penyesuaian strategis di medan perang, tanpa memberikan rincian tentang mengapa atau bagaimana.

    Perang selama setahun antara pemerintah federal dan kepemimpinan wilayah utara Tigray telah menewaskan ribuan warga sipil, memaksa jutaan orang mengunsi, dan membuat lebih dari 9 juta orang bergantung pada bantuan makanan.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.