Aturan Pencegahan Covid-19 di Korea Selatan untuk WNA Jadi Kontroversi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah petugas menyemprotkan cairan desinfektan setelah mewabahnya virus corona di sebuah pusat perbelanjaan di Daejeon, Korea Selatan, 22 Februari 2020. Total penduduk Korea Selatan yang terinfeksi mencapai 433. Yonhap via REUTERS

    Sejumlah petugas menyemprotkan cairan desinfektan setelah mewabahnya virus corona di sebuah pusat perbelanjaan di Daejeon, Korea Selatan, 22 Februari 2020. Total penduduk Korea Selatan yang terinfeksi mencapai 433. Yonhap via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan pada Senin, 6 Desember 2021, memperketat kebijakan pencegahan Covid-19 demi mencegah penyebaran infeksi virus corona dan varian omicron. Pengetatan kebijakan ini membuat WNA kesulitan masuk ke tempat-tempat seperti restoran, café dan bioskop di Korea Selatan.

    Korea Selatan mengakui status imunisasi vaksin virus corona, yang didapatkan warga negara Korea Selatan di luar negeri, namun tidak dengan WNA yang suntik vaksin Covid-19 di luar Korea.

    Kelonggaran aturan (boleh masuk cafe, restoran dan bioskop) hanya diberikan pada WNA yang masuk ke Korea Selatan untuk tujuan bisnis, kuliah atau misi kemanusiaan, itu pun mereka harus karantina mandiri lebih dulu.     

    Para pemilik toko mengenakan masker untuk mencegah tertular virus Corona, ketika menunggu seorang pelanggan di jalan perbelanjaan Dongseong-ro di pusat Daegu, Korea Selatan 21 Februari 2020. [REUTERS / Kim Hong-Ji]

    Sejumlah WNA dari Eropa dan Amerika Serikat, yang punya izin tinggal di Korea Selatan, mendapatkan imunisasi vaksin virus corona pada awal 2021 atau saat vaksin Covid-19 di Korea Selatan belum masuk. Permasalahan yang mereka hadapi adalah mereka tidak berhak menjalani karantina mandiri sehingga sulit kalau mau masuk ke café, restoran dan bioskop.

    Berbeda dengan orang yang ke Korea Selatan untuk tujuan bisnis, kuliah atau misi kemanusiaan, yang harus menjalani karantina mandiri agar bisa bergerak bebas saat di Korea Selatan.

    Masih belum jelas berapa banyak orang yang terdampak dengan pengetatan aturan ini. Namun permasalahan ini telah menjadi perhatian sejumlah kantor Kedutaan Besar asing di Negeri Gingseng tersebut.

       

    “Kami beradu pandangan agar dilakukan evaluasi atas aturan ini demi memastikan adanya perlakuan yang sama bagi WNA dan warga negara Korea Selatan yang mendapat imunisasi vaksin virus corona di luar negeri,” kata Stephen Burns, Juru bicara Kedutaan Besar Ingggris di Seoul

    Sedangkan kantor Kedutaan Besar Australia berencana menghubungi Pemerintah Korea Selatan untuk menanyakan permasalahan ini dan terus meminta mereka agar mengubah kebijakan. Lembaga Korea Disease Control and Prevention Agency mengatakan kebijakan ini hanya berdampak pada segelintir orang dan penting diberlakukan mengingat kasus Covid-19 di negara itu sedang naik.

         

    Sumber: Reuters

    Baca juga: Kasus Omicron di India Bertambah

      

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.  


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.