Arab Saudi Terima Turis Asing yang Divaksin Sputnik V Mulai 1 Januari

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang petugas polisi wanita Saudi berjaga-jaga saat jemaah haji melakukan Tawaf terakhir di Mekah, Arab Saudi 20 Juli 2021. Sejak April polisi  wanita berjaga di pintu-pintu masuk Masjidil Haram untuk membantu pengunjung perempuan yang memerlukan bantuan. REUTERS/Ahmed Yosri

    Seorang petugas polisi wanita Saudi berjaga-jaga saat jemaah haji melakukan Tawaf terakhir di Mekah, Arab Saudi 20 Juli 2021. Sejak April polisi wanita berjaga di pintu-pintu masuk Masjidil Haram untuk membantu pengunjung perempuan yang memerlukan bantuan. REUTERS/Ahmed Yosri

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi mengizinkan pendatang yang telah divaksin Covid-19 dengan vaksin Sputnik V buatan Rusia. Padahal vaksin Sputnik V belum mendapat persetujuan dari WHO.

    Dengan disetujuinya vaksin Sputnik V, umat Islam dari Rusia maupun dari negara lain yang menggunakan vaksin ini, diizinkan melaksanakan ibadah umrah dan haji mulai 1 Januari 2022. "Kerajaan Arab Saudi telah memberikan persetujuan masuknya individu yang divaksinasi dengan vaksin Sputnik V Rusia mulai 1 Januari 2022," kata Russian Direct Investment Fund atau RDIF. Lembaga ini yang mendanai pengembangan Sputnik V.

    Meski sudah disetujui, wisatawan asing yang divaksinasi Sputnik V tetap wajib dikarantina selama 48 jam dan menjalani tes PCR. Arab Saudi telah bergabung dengan lebih dari 100 negara yang membuka pintu untuk turis asing yang sudah divaksinasi dengan Sputnik V. Hanya 15 negara saja, termasuk Amerika Serikat yang mewajibkan pelancong untuk disuntik dengan vaksin selain Sputnik.

    Ibadah haji bisa menjadi sumber utama penularan selama pandemi dengan jutaan peziarah memadati tempat keagamaan. Selama dua tahun pandemi, memaksa otoritas Arab Saudi secara dramatis mengurangi jumlah jemaah haji. Hanya 60.000 warga dan penduduk Arab Saudi yang telah divaksinasi penuh yang diizinkan tahun ini.

    Rusia mendaftarkan Sputnik V pada Agustus 2020 menjelang uji klinis skala besar. Hal ini memicu kekhawatiran di antara para ahli bahwa vaksin Sputnik V tak bisa dilacak dengan cepat.

    Namun Sputnik V telah dinyatakan efektif menangkal virus Covid-19 sebanyak 90 persen, menurut laporan yang diterbitkan oleh jurnal medis terkemuka The Lancet. Hingga ini, vaksin buatan Rusia itu belum disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia maupun otoritas medis Uni Eropa dan Amerika Serikat.

    Baca: Intip Kemewahan Kapal Pesiar Pangeran Arab Saudi, Lantai Dansa hingga Tequila

    CHANNEL NEWS ASIA

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.  


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.