Demi Sertifikat, Dokter Gigi Ini Sodorkan Lengan Palsu Saat Divaksin Corona

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Demonstran memprotes pengenalan

    Demonstran memprotes pengenalan "Green Pass" oleh pemerintah di dekat Istana Chigi di Roma, Italia, Sabtu, 9 Oktober 2021. Lebih dari 80 persen dari semua orang Italia di atas usia 12 tahun telah menerima vaksin Covid-19 secara lengkap. REUTERS/Remo Casilli

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang dokter gigi di Italia menggunakan lengan palsu dari silikon saat akan disuntik vaksin Corona. Ia mencoba membohongi perawat demi mendapatkan sertifikat vaksin. Dokter gigi tersebut kemungkinan akan menghadapi tuntutan pidana.

    Kasus penggunaan lengan palsu diungkapkan seorang perawat yang akan menyuntikkan vaksin Corona tersebut, Filippa Bua. Dia mengatakan merasakan lengan dokter gigi pria itu seperti benda mati.

    "Ketika saya memegang lengannya, saya merasakan kulit yang dingin dan bergetah, dan warnanya juga berbeda, lebih terang," ujar Bua kepada surat kabar Italia Corriere della Sera.

    Awalnya, ujar Bua, dia berpikir pria berusia 57 tahun itu adalah orang yang diamputasi. Si pria tersebut juga semula diduga menawarkan lengan yang salah.

    Namun saat Bua mengangkat bajunya, dia melihat lengan silikon. "Saya akhirnya mengerti bahwa pria itu berusaha menghindari vaksinasi dengan menggunakan prostetik silikon. Dia berharap saya akan menyuntikkan vaksin di lengan tersebut," kata Bua.

    Perawat itu mengatakan si dokter gigi akhirnya mengakui bahwa dia tidak menginginkan vaksin Corona. Namun dia membutuhkan sertifikat vaksin agar bisa memasuki restoran, bioskop, teater dan tempat-tempat lain di Italia.

    Dia juga ditangguhkan dari pekerjaannya sebagai dokter gigi karena menolak untuk divaksinasi. Vaksin Corona adalah salah satu syarat yang dibutuhkan untuk personel medis di Italia.

    Perawat itu mengatakan pria itu akhirnya meninggalkan pusat vaksinasi setelah upayanya gagal. "Ini adalah upaya nyata dari penipuan," kata Bua.

    Dia dan orang lain di situs vaksinasi mengubah dokumen ke atasan sehingga dapat melaporkan kasus ini. Kasus pemalsuan lengan itu pun bergulir ke jaksa penuntut.

    Tingkat vaksinasi Italia relatif tinggi dibandingkan negara lainnya di Eropa. Sebanyak 85 persen populasi berusia 12 tahun ke atas memenuhi syarat untuk divaksinasi.

    Baca: Kasus Varian Omicron di Korea Selatan Bertambah

    AP

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.  


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?