Narkoba Hampir 900 Kilogram Disita Bea Cukai Thailand

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Thailand menggagalkan hampir 900 kilogram penyelundupan narkoba jenis crystal methamphetamine. Barang haram itu hendak dikirim ke Taiwan, yang disembunyikan di sebuah pengiriman kargo di kantor bea cukai pelabuhan Bangkok, Thailand.

    Narkoba itu bisa dijual dengan harga sampai USD 88 juta (Rp 1,2 trilun). Crystal methamphetamine tersebut disita oleh otoritas bea cukai Thailand pada Jumat malam, 3 Desember 2021.  

    Otoritas Thailand menunjukkan beberapa barang bukti dari total 897 kilogram sabu yang berhasil disita sebelum diselundupakn ke Taiwan. REUTERS/Soe Zeya Tun

          

    Crystal methamphetamine itu persisnya disembunyikan diantara 161 lempengan silikon dalam beberapa paket dengan tujuan Taiwan.

    “Total ada 897 kilogram crystal methamphetamine senilai 500 – 600 juta bath (Rp 257 miliar), namun kalau sudah sampai tempat tujuan harganya akan menjadi 3 miliar bath di pasaran,” kata Dirjen bea cukai Thailand Patchara Anuntasil, Sabtu, 4 Desember 2021.

    Patchara mengatakan otoritas Thailand dan Taiwan sedang menginvestigasi kasus ini.

    Pasar crystal methamphetamine di Asia Timur dan Asia Tenggara terus meluas dan beragam. Ini juga dampak dari pandemi Covid-19.

    Sebelumnya pada Oktober 2021 lalu, Kepolisian Laos menyita 55 juta tablet methamphetamine dan lebih dari 1,5 ton tablet crystal methamphetamine di kawasan segi tiga emas, yakni sebuah perbatasan antara Myanmar, Thailand dan Laos.

       

    Baca juga: Polres Jakarta Barat Ungkap Peredaran Ganja Setengah Ton Asal Sumatera

         

    Sumber: Reuters

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.  


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.