Tim Medis Indonesia Pertimbangkan Pilihan Masuk Gaza

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Pusat Pengendali Krisis Departemen Kesehatan Rustam S. Pakaya yang memimpin delegasi tim kesehatan Indonesia mengatakan akses ke Gaza masih sulit dan pihaknya sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan untuk masuk ke wilayah itu.

    Pihaknya kini tengah memilah beberapa tawaran untuk memberi kemudahan masuk Gaza. Tawaran dari Bulan Sabit Merah dan Palang Merah Israel sudah datang ke Tim Indonesia, tapi tim masih menunggu pembukaan jalur di Rafa Mesir yang relatif dekat dari Jordania. "Di Rafa kami akan membangun rumah sakit lapangan," imbuh Rustam.

    Hingga saat ini sudah 1 juta pengungsi Palestina. Namun jalur keluar masuk Gaza masih buka tutup. Kemarin di perbatasan dengan Mesir sempat dibuka. Terdapat 500 orang yang keluar dan 300 yang masuk ke Gaza. "Tapi langsung dibom Israel hingga merenggut 72 korban," ujar Rustam.

    Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Pengungsi Palestina (UNRWA) Duta Besar Peter Ford, jelas Rustam mengungkap serangan Israel telah menghancurkan fasilitas kesehatan dan logistik. "Hari ini saja ada 35 titik yang dibom Israel." Selain itu serangan Israel sejak 27 Desember lalu sudah menewaskan tujuh staf Perserikatan Bangsa-Bangsa. " PBB saja dipersulit masuk Gaza," tutur Rustam.
     
    DIANING SARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.