14 Penumpang di Belanda yang Terinfeksi Varian Omicron Sudah Divaksin

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Orang-orang berjalan di dalam Bandara Schiphol setelah otoritas kesehatan Belanda mengatakan 61 orang yang tiba di Amsterdam dengan penerbangan dari Afrika Selatan dinyatakan positif Covid-19, di Amsterdam, Belanda, 27 November 2021. [REUTERS/Eva Plevier]

    Orang-orang berjalan di dalam Bandara Schiphol setelah otoritas kesehatan Belanda mengatakan 61 orang yang tiba di Amsterdam dengan penerbangan dari Afrika Selatan dinyatakan positif Covid-19, di Amsterdam, Belanda, 27 November 2021. [REUTERS/Eva Plevier]

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas kesehatan Belanda pada Kamis mengatakan sebagian besar dari 62 orang yang dites positif Covid-19 setelah tiba dengan dua penerbangan dari Afrika Selatan pekan lalu telah divaksinasi dan 14 di antara mereka terinfeksi varian Omicron.

    Berdasarkan aturan yang berlaku pada saat itu, lebih dari 600 penumpang dapat naik ke penerbangan maskapai KLM dari Johannesburg dan Cape Town pada 26 November dengan bukti vaksinasi atau hasil tes Covid-19 negatif baru-baru ini, menurut Reuters, 3 Desember 2021.

    Seorang juru bicara otoritas kesehatan untuk Kennemerland, di mana bandara Schiphol berada, mengatakan sekitar 90% dari mereka yang dites positif telah divaksinasi.

    Seorang juru bicara Institut Kesehatan Belanda (RIVM) mengonfirmasi pada hari Kamis bahwa ini termasuk semua penumpang yang terinfeksi Omicron.

    KLM tidak melacak bagaimana penumpang individu telah memenuhi persyaratan kesehatan sebelum penerbangan mereka.

    Orang-orang berjalan di luar paviliun tes XL Schiphol setelah otoritas kesehatan Belanda mengatakan bahwa 61 orang yang tiba di Amsterdam dengan penerbangan dari Afrika Selatan dinyatakan positif COVID-19, di Amsterdam, Belanda, 27 November 2021.[REUTERS/Eva Plevier/file foto]

    Tingkat infeksi di antara penumpang dari Afrika Selatan memicu seruan dari otoritas kesehatan Belanda untuk pengujian untuk menggantikan status vaksinasi untuk terbang.

    "Dengan kombinasi yang memerlukan tes sebelum keberangkatan...dan pengujian ulang lima hari setelah kedatangan, dan mengetahui apa yang terjadi, Anda dapat membuat penerbangan lebih aman," kata Jaap van Dissel, kepala penyakit menular RIVM, mengatakan dalam kesaksian di parlemen pada Rabu.

    Jaap juga merekomendasikan karantina untuk pelancong dari negara yang berisiko tinggi.

    Saran RIVM, yang belum diadopsi oleh pemerintah Belanda, adalah bahwa hanya tes PCR yang diambil 48 jam sebelum kedatangan di Belanda yang dapat diterima, dan itu diperlukan terlepas dari status vaksinasi mereka.

    Negara-negara di seluruh dunia memperketat aturan penerbangan setelah ditemukannya Omicron, yang dikelompokkan sebagai variant of concern oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karena khawatir bisa menolak vaksinasi dan memperpanjang pandemi.

    Pemerintah Belanda mengatakan sedang mempertimbangkan rekomendasi RIVM, tetapi menginginkan keputusan apa pun dibuat di tingkat UE. Prancis, Portugal dan Irlandia telah mengadopsi kebijakan serupa.

    Otoritas kesehatan di Kennemerland juga mengatakan pada Kamis bahwa mereka membebaskan lebih dari setengah penumpang yang terinfeksi, yang telah diisolasi di sebuah hotel dekat bandara, setelah tes selanjutnya menunjukkan bahwa mereka tidak lagi membawa virus.

    Pihak berwenang Belanda tidak mengatakan apakah salah satu dari 14 penumpang yang terinfeksi varian Omicron dibebaskan, dengan alasan privasi.

    Baca juga: Joe Biden Akan Wajibkan Masker di Transportasi Umum karena Varian Omicron

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.