Eks Ratu Kecantikan AS Divonis 3 Tahun Penjara karena Bantu Suami Raja Narkoba

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Emma Coronel Aispuro, istri gembong narkoba El Chapo didakwa berkomplot untuk mendistribusikan heroin, kokain, marijuana dan metamfetamin bernilai multi-miliar-dolar Amerika selama El Chapo berada dibalik jeruji besi. Instagram/@therealemmacoronel

    Emma Coronel Aispuro, istri gembong narkoba El Chapo didakwa berkomplot untuk mendistribusikan heroin, kokain, marijuana dan metamfetamin bernilai multi-miliar-dolar Amerika selama El Chapo berada dibalik jeruji besi. Instagram/@therealemmacoronel

    TEMPO.CO, Jakarta - Hakim Pengadilan Federal di Washington Amerika Serikat menjatuhi hukuman terhadap istri raja narkoba Meksiko selama tiga tahun penjara. Emma Coronel Aispuro, 32 tahun adalah istri gembong narkoba Joaquin Guzman atau El Chapo.

    Coronel mengaku bersalah membantu kartel narkoba Sinaloa. Sebelum dijatuhi hukuman, Coronel memohon kepada Hakim Distrik AS Rudolph Contreras untuk menunjukkan belas kasihannya.

    "Dengan segala hormat, saya berbicara untuk mengungkapkan penyesalan saya atas setiap dan semua kerusakan yang telah saya lakukan. Saya meminta Anda dan semua warga negara AS memaafkan saya," katanya dalam bahasa Spanyol melalui seorang penerjemah.

    Coronel menambahkan bahwa dia takut hakim akan kesulitan memaafkannya karena dia adalah istri Guzman. "Mungkin karena alasan ini Anda merasa perlu untuk lebih keras kepada saya, tetapi saya berdoa agar Anda tidak melakukan itu," ujarnya.

    Pada Juni, Coronel mengaku bersalah atas tiga tuduhan bersekongkol untuk mendistribusikan obat-obatan terlarang, mencuci uang dan terlibat dalam transaksi keuangan dengan kartel narkoba Sinaloa.

    Vonis 3 tahun penjara lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa federal. Pada Selasa, jaksa meminta Coronel dijatuhi hukuman penjara empat tahun. Dia akan kehilangan US$ 1,5 juta sebagai bagian dari hukumannya.

    "Peran terdakwa sebenarnya minimal. Terdakwa bertindak untuk mendukung suaminya," kata Jaksa Federal Anthony Nardozzi.

    Coronel adalah mantan ratu kecantikan kelahiran AS yang menikahi Guzman saat masih remaja. Dia ditangkap di Bandara Internasional Dulles di luar Washington pada Februari. Dia dan Guzman memiliki putri kembar berusia sembilan tahun.

    Coronel mengaku bertindak sebagai kurir antara Guzman dan anggota kartel Sinaloa lainnya. Saat itu Guzman sedang ditahan di penjara Altiplano Meksiko setelah ditangkap pada 2014.

    Berbekal hubungan tersebut, Guzman merencanakan pelariannya tahun 2015 dari penjara, melalui terowongan bawah tanah. Terowongan itu dibangun oleh kartel yang mengarah ke pancuran di selnya.

    Raja narkoba Guzman ditangkap kembali pada Januari 2016 dan diekstradisi satu tahun kemudian ke Amerika Serikat. Dia dinyatakan bersalah pada Februari 2019 atas perdagangan narkoba, konspirasi, penculikan, pembunuhan, dan tuduhan lainnya. Atas kejahatannya dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

    Pengacara Coronel menekankan bahwa dia terbawa ke dunia perdagangan narkoba saat masih di bawah umur. Dia pantas dikasihani.

    "Dia bertemu Joaquin Guzman ketika dia masih di bawah umur, berusia 17 tahun. Dia menikah pada hari ulang tahunnya yang ke-18," kata Jeffrey Lichtman, seorang pengacara pembela yang juga mewakili Guzman dalam persidangannya di AS tiga tahun lalu.

    Lichtman menambahkan bahwa Coronel sekarang dalam bahaya. Sebabnya seorang sumber penegak hukum anonim mengatakan kepada media bahwa dia bekerja sama dengan pemerintah. "Saya tidak yakin dia bisa kembali ke rumah," katanya.

    Baca: Bantu Bisnis Haram Suami, Istri Raja Narkoba Meksiko Dituntut 4 Tahun Penjara

    REUTERS

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.