Presiden Afrika Selatan Minta Dunia Menolak Larangan Melakukan Perjalanan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Cyril Ramaphosa diambil sumpahnya di parlemen, Cape Town [Rodger Bosch/Reuters]

    Cyril Ramaphosa diambil sumpahnya di parlemen, Cape Town [Rodger Bosch/Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Senin, 29 November 2021, mengatakan dunia perlu menolak pembatasan perjalanan karena ini tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan sebagian besar mencederai negara-negara berkembang.   

    Otoritas global bereaksi dengan adanya varian baru Covid-19, omicron, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan diumumkan pada Jumat, 25 November 2021. Semenjak itu, sejumlah negara memberlakukan pembatasan perjalanan.

    Anggota Pasukan Pertahanan Nasional Afrika Selatan berjaga di sepanjang jalan raya saat diberlakukannya hari pertama Lockdown selama 21 hari guna mencegah penyebaran Virus Corona di Johannesburg, Afrika Selatan, 27 Maret 2020. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    Sebelumnya pada Sabtu, 26 November 2021, Afrika Selatan menyebut merasa sedang dihukum setelah mampu mendeteksi varian baru Covid-19, omicron, lebih awal. Larangan melakukan perjalanan dari-dan-ke Afrika Selatan telah melukai sektor pariwisata dan sektor lainnya di negara itu.

    “Kita harus menolak larangan melakukan perjalanan yang tidak adil dan tidak ilmiah, yang melukai perekonomian dan sektor lain yang bergantung pada industri perjalanan. Ada sebuah tatanan dunia, di mana kekayaan suatu negara letak perbedaannya antara sehat dan sakit,” kata Ramaphosa.

    Presiden Senegal Macky Sall mengatakan Afrika bersolidaritas pada Afrika Selatan dan Afrika tidak akan menutup pintunya pada negara itu.     

    Sumber: Reuters

     

    Baca juga: Tim Penyakit Menular AS Perlu Waktu 2 Pekan untuk Kenali Sifat Omicron

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.