Israel Gunakan Teknologi Shin Bet untuk Lacak Varian Omicron

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang perempuan lanjut usia menerima suntikan booster vaksinasinya terhadap penyakit virus corona (COVID-19) di fasilitas tempat tinggal yang dibantu, di Netanya, Israel 19 Januari 2021. [REUTERS/Ronen Zvulun/File Foto]

    Seorang perempuan lanjut usia menerima suntikan booster vaksinasinya terhadap penyakit virus corona (COVID-19) di fasilitas tempat tinggal yang dibantu, di Netanya, Israel 19 Januari 2021. [REUTERS/Ronen Zvulun/File Foto]

    TEMPO.CO, Jakarta - Israel pada Sabtu, 27 November 2021 menyatakan akan melarang masuk pelancong dari negara manapun. Kebijakan itu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang menutup total semua wilayah perbatasannya dalam merespon omicron, yakni sebuah varian baru Covid-19 yang berpotensi lebih menular. 

     
    Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan larangan masuknya pelancong ke Israel berlaku sampai 14 hari ke depan. 
     
     
    Israel akan menggunakan teknologi pelacakan telepon ala pemberantasan terorisme atau Shin Bet demi menghentikan penyebaran varian omicron. Dengan teknologi Shin Bet, diharapkan lokasi si pembawa virus varian baru Covid-19 bisa diketahui. 
     
    Shin Bet sudah tidak lagi digunakan Israel pada Maret 2020 setelah Mahkamah Agung mendapat protes dari kelompok-kelompok HAM di Israel karena teknologi ini dianggap melanggar privasi. 
     
    Shin Bet adalah teknologi mata-mata untuk mencocokkan lokasi individu pembawa virus dengan ponsel-ponsel di sekitarnya sehingga bisa diketahui dengan siapa saja individu itu melakukan close contact. 
     
     
     
     
    Seorang perempuan menerima vaksinasi terhadap penyakit virus corona (COVID-19) sebagai bagian dari inisiatif kotamadya Tel Aviv yang menawarkan minuman gratis di bar kepada penduduk yang bersedia disuntik vaksin, di Tel Aviv, Israel 18 Februari 2021. [REUTERS / Corinna Kern]
     
    Otoritas Israel berharap selama negara Bintang Daud itu menutup pintu terhadap masuknya pelancong, maka waktu tersebut diharapkan sudah ada lebih banyak informasi seberapa efektif vaksin virus corona yang ada melawan varian Omicron, yang terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan.
     
    "Hipotesis kami adalah varian (omicron) sudah hampir ada di setiap negara. Vaksin virus corona efektif, namin kami belum tahh efektifitasnya sampai sejauh mana," kata Menteri Dalam Negeri Israel Ayelet Shaked. 
     
    Perdana Menteri Bennett mengatakan warga negara Israel, termasuk mereka yang sudah suntik vaksin virus corona, akan diminta melakukan karantina mandiri saat masuk ke Israel. Larangan masuknya pelancong ke Israel ini berlaku mulai Minggu atau Senin, 29 November 2021. Sedangkan pelancong yang baru bertandang dari negara-negara Aftika sudah dilarang masuk Israel sejak Jumat, 25 November 2021. 
     
     
     
     
    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu

     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?