Komplotan Pencuri di AS Beraksi Memanfaatkan Momentum Black Friday

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pembeli mengantre untuk obral Black Friday di pusat perbelanjaan King of Prussia di King of Prussia, Pennsylvania, AS, Jumat, 26 November 2021. REUTERS/Rachel Wisniewski

    Pembeli mengantre untuk obral Black Friday di pusat perbelanjaan King of Prussia di King of Prussia, Pennsylvania, AS, Jumat, 26 November 2021. REUTERS/Rachel Wisniewski

    TEMPO.CO, Jakarta - Komplotan pencuri Amerika Serikat memanfaatkan momentum Black Friday untuk mencuri secara bergerombol ketika warga AS berburu barang murah di hari setelah Thanksgiving.

    Polisi di Los Angeles dan kota-kota lain di seluruh AS menghabiskan sebagian besar patroli liburan akhir pekan mereka dengan mencari tersangka dalam serentetan modus pencurian yang disebut "flash mob" pada Jumat. Modus flash mob adalah tren kejahatan AS yang melonjak di musim belanja, di mana sekelompok pencuri mengerumuni sebuah toko, mengambil semua barang yang ada di rak, dan kemudian melarikan diri.

    Pihak berwenang juga telah menggunakan istilah "smash-and-grab" untuk menggambarkan modus tersebut.

    Dilaporkan Reuters, 28 November 2021, setidaknya dua pencurian dengan modus flash mob dilaporkan pada Sabtu oleh Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) dan Departemen Sheriff Kabupaten Los Angeles. Sebuah stasiun televisi lokal, KCAL-TV, menghitung total enam pencurian smash-and-grab di sisi barat kota pada hari Jumat.

    Dalam satu insiden, sekelompok orang terdiri dari delapan pria memasuki outlet Home Depot di sebuah pusat perbelanjaan di Lakewood, selatan pusat kota Los Angeles, berjalan langsung ke lorong perkakas dan mencuri berbagai perkakas seperti palu, palu godam dan linggis senilai sekitar US$400 (Rp5,7 juta) sebelum melarikan diri, kata kantor sheriff.

    Menurut stasiun televisi Los Angeles KTTV, pencurian Home Depot pada Jumat malam melibatkan hingga 20 tersangka yang masuk ke toko sebanyak 10 mobil dan mengenakan topeng ski sebelum merangsek ke lorong perkakas.

    "Kami mencoba menghentikan mereka," kata karyawan toko Luis Romo kepada KTTV. "Kami menutup pintu depan, dan mereka mempersenjatai diri dengan palu godam mereka dan siapa pun yang menghalangi, mereka akan melukainya."

    Kantor Berita Kota Los Angeles mengatakan empat tersangka dalam perampokan itu ditangkap pada hari Sabtu oleh polisi Beverly Hills.

    Dalam insiden serupa Jumat sore, sekelompok 10 pria atau lebih menyerbu sebuah toko di distrik Fairfax kota dan mulai mengambil barang dagangan tanpa membayarnya, mendorong karyawan hingga ke jalan sebelum melarikan diri dari tempat kejadian, menurut LAPD.

    Polisi sedang menyelidiki kemungkinan hubungan antara insiden itu dan serangkaian perampokan dan pencurian ritel lainnya pada Jumat dan awal pekan ini, termasuk dua perampokan yang dilaporkan pada Rabu, kata juru bicara LAPD.

    Maraknya kejahatan terhadap ritel mendorong LAPD untuk menempatkan petugasnya dalam siaga taktis di seluruh kota pada Jumat sore.

    Perampokan massal juga dilaporkan pada hari Jumat di dua toko elektronik Best Buy di Minneapolis-St. Kawasan Paul, salah satunya melibatkan sebanyak 30 tersangka, sementara aksi pembobolan ritel menjelang subuh sedang diselidiki di Chicago.

    Dalam salah satu perampokan flash mob Black Friday terbesar yang dilaporkan di West Coast dalam beberapa hari terakhir, polisi di Walnut Creek di pinggiran San Francisco sedang mencari sekitar 80 tersangka yang mengerumuni dan menggeledah sebuah department store Sabtu lalu.

    Baca juga: Saham Ritel AS Turun Selama Black Friday Setelah Kemunculan Varian Botswana

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.