Top 3 Dunia: Obligasi Pemerintah Bayangan Myanmar hingga Omicron dan Yaman

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengunjuk rasa menggunakan senjata rakitan selama protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar 3 April 2021. REUTERS/Stringer

    Pengunjuk rasa menggunakan senjata rakitan selama protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar 3 April 2021. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita Top 3 Dunia, Sabtu, 27 November 2021, tentang kegeraman Junta Myanmar karena Pemerintah Bayangan berhasil meraup dana jutaan dolar dari obligasi. Mereka mengancam warga yang membeli dengan undang-undang anti-terorisme.

    Selain itu, munculnya varian baru virus corona Omicron dan Koalisi pimpinan Saudi menggempur markas Houthi di Sanaa, Yaman, juga menarik perhatian pembaca.

    1. Junta Myanmar Murka, Pemerintah Bayangan Kumpulkan Dana Obligasi Jutaan Dolar 

    Junta Myanmar mengancam akan menangkap warga pembeli obligasi yang ditawarkan oleh pemerintah bayangan. Investor akan dihukum penjara karena keterlibatan mereka dalam apa yang disebut pendanaan "teroris".

    Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), aliansi kelompok pro-demokrasi, tentara etnis minoritas dan sisa-sisa pemerintah sipil yang digulingkan oleh militer, mengatakan minggu ini telah mengumpulkan 9,5 juta dolar AS (sekitar Rp136,8 miliar) dalam 24 jam pertama dari penjualan obligasi revolusi itu.

    NUG mengatakan hasil dari obligasi tanpa bunga akan mendanai "revolusi" melawan militer sebagai tanggapan atas kudeta 1 Februari 2021 dan penindasan berdarah terhadap protes. Tidak disebutkan bagaimana dana itu akan digunakan.

    Zaw Min Tun, juru bicara junta, mengatakan NUG telah dilarang karena dianggap "organisasi teroris", sehingga mereka yang menyediakan dana menghadapi tuntutan serius.

    Berita selengkapnya bisa Anda baca di sini.

    2. Omicron, Varian Baru Covid-19 yang Kelima

    Temuan varian baru Covid-19, yang dinamai Omicron, telah menyalakan alarm dunia pada Jumat, 26 November 2021. Banyak negara buru-buru membekukan sementara perjalanan ke dan dari negara-negara bagian selatan Afrika.

    Pasar saham pun mengalami kejatuhan yang terbesar lebih dalam setahun, gara-gara varian baru Covid-19 Omicron. WHO mengatakan Omicron kemungkinan lebih cepat menular dibanding jenis lain Covid-19 dan bukti awal memperlihatkan kemungkinan bakal ada kenaikan risiko infeksi virus corona.   

    Para epidemologis memperingatkan pembatasan melakukan perjalanan mungkin terlambat untuk menghentikan penyebaran Omicron secara global. Mutasi baru varian baru Covid-19 Omicron terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan, yang kemudian terdeteksi pula di Belgia, Botswana, Israel dan Hong Kong.  

    Berita selengkapnya bisa Anda baca di sini.

    3. Saudi Gempur Markas Houthi Dukungan Iran di Sanaa dengan Serangan Udara

    Koalisi pimpinan Saudi melakukan serangan udara ke sasaran militer di ibu kota Yaman, Sanaa yang dikuasai milisi Houthi dukungan Iran mulai Sabtu pagi, 27 November 2021. 

    Mereka minta warga sipil tidak berkumpul atau mendekati lokasi target, demikian televisi pemerintah Saudi melaporkan.

    Koalisi, yang melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015 setelah gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran menggulingkan pemerintah yang didukung Saudi dari ibu kota, telah meningkatkan serangan di markas Houthi di Sanaa dalam beberapa hari terakhir.

    Houthi telah berulang kali meluncurkan serangan lintas perbatasan ke Arab Saudi menggunakan drone dan rudal.

    Berita selengkapnya bisa Anda baca di sini.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?