Varian Omicron Terdeteksi Sudah Masuk Eropa di Jerman dan Belgia

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Penumpang yang mengenakan masker pelindung berjalan ke konter check-in di Bandara Internasional Tambo di Johannesburg, Afrika Selatan, 22 Desember 2020. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    Penumpang yang mengenakan masker pelindung berjalan ke konter check-in di Bandara Internasional Tambo di Johannesburg, Afrika Selatan, 22 Desember 2020. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    TEMPO.CO, Jakarta - Varian Omicron dari Covid-19 kemungkinan sudah masuk ke Eropa melalui penumpang asal Afrika Selatan yang tiba di Jerman dan dari Mesir via Turki yang mendarat di Belgia. 

    "Tadi malam beberapa mutasi khas Omicron ditemukan pada seorang pelancong yang kembali dari Afrika Selatan," kata Kai Klose, menteri urusan sosial di Hesse, lokasi bandara Frankfurt, hub terbesar Jerman dan salah satu bandara tersibuk di Eropa.

    Dalam twitnya, Sabtu, 27 November 2021, ia juga mengatakan, pelacakan sedang dilakukan sementara terduga penderita diisolasi.

    Ia mendesak siapa pun yang telah melakukan perjalanan dari Afrika Selatan dalam beberapa minggu terakhir untuk membatasi kontak dan menjalani tes.

    Belgia menemukan kasus terkonfirmasi varian baru Covid-19 Omicron pertama di Eropa pada Jumat (26/11), bersamaan dengan pengumuman sejumlah langkah pencegahan virus corona gelombang keempat.

    Menteri Kesehatan Belgia Frank Vandenbroucke saat konferensi pers mengemukakan bahwa kasus varian B.1.1.529 telah ditemukan pada seseorang yang tidak disuntik vaksin yang mengalami gejala dan dinyatakan positif Covid-19 pada 22 November.

    "Varian yang mencurigakan. Kami belum mengetahui apakah (varian) itu sangat berbahaya atau tidak," katanya.

    Varian baru Covid-19 yang pertama kali muncul di Afrika Selatan membunyikan alarm global. Uni Eropa dan Inggris termasuk negara yang memperketat perbatasan saat para ilmuwan sedang mencari tahu apakah mutasi varian itu resisten terhadap vaksin.

    Laboratorium rujukan nasional Belgia mengungkapkan bahwa seseorang yang terinfeksi itu adalah perempuan dewasa muda yang mengalami gejala selama 11 hari usai kembali dari Mesir via Turki. Ia mengalami gejala seperti flu, tetapi sampai saat ini tidak ada tanda-tanda penyakit parah.

    Tidak ada anggota keluarganya yang menunjukkan gejala, namun mereka semua menjalani pemeriksaan.

    Varian baru ini muncul ketika banyak negara Eropa  tengah memerangi lonjakan infeksi.

    Jerman mencatat 67.125 kasus virus corona baru pada hari Sabtu, kata Institut Robert Koch untuk penyakit menular, dan lebih dari 100.000 orang telah meninggal karena Covid-19.

    Di Belgia, kasus harian pada Jumat, 26 November 2021, sebanyak 21.772.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?