Top 3 Dunia: Singapura Cari Perawat Baru, Filipina Ogah Turuti China

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang pekerja medis menyiapkan jarum suntik di pusat vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di Singapura, 8 Maret 2021. [REUTERS/Edgar Su]

    Seorang pekerja medis menyiapkan jarum suntik di pusat vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di Singapura, 8 Maret 2021. [REUTERS/Edgar Su]

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 dunia kemarin dimulai dari Singapura yang mencari perawat baru. Singapura krisis tenaga kesehatan sebab akibat pandemi Covid-19, banyak perawat yang ramai-ramai mundur. 

    Berita kedua top 3 dunia adalah Eropa merekomendasikan suntikan booster untuk membendung penyebaran Corona. Berita terakhir adalah Filipina yang menolak permintaan China untuk memindahkan kapalnya dari Laut Cina Selatan. Berikut berita selengkapnya: 

    1. Singapura Cari Perawat Baru, Tawarkan Rp 125 Juta untuk Merekrut

    Rumah sakit dan klinik di Singapura kekurangan perawat di tengah pandemi Covid-19. Untuk menarik peminat, rumah sakit menawarkan uang sebesar $ 12.000 atau sekitar Rp 125 juta bagi staf yang berhasil merekrut perawat berpengalaman. Sedangkan untuk perawat yang baru lulus, dihargai $ 3.600 atau Rp 37 juta untuk orang yang berhasil merekrut.

    Akibat pandemi corona, Singapura kekurangan perawat karena kebutuhan meningkat. Banyak tenaga kesehatan yang berhenti bekerja karena tingginya tekanan.

    "Perawat asing menggunakan Singapura sebagai papan loncatan untuk pekerjaan yang lebih baik di negara-negara seperti Kanada, karena kecil kemungkinan mereka mendapatkan tempat tinggal permanen di Singapura. Tidak ada masa depan bagi mereka di sini," kata administrator kesehatan kepada The Strait Times seperti dikutip NDTV.

    Tahun lalu, untuk pertama kalinya selama dua dekade lebih, Singapura mengalami penurunan jumlah perawat. Situasinya bahkan lebih buruk tahun ini. 

    Banyak perawat berhenti bekerja karena stres yang tinggi dan jam kerja yang panjang di tengah pandemi Corona. Kebutuhan tenaga kerja semakin tinggi namun jumlah staf kurang.

    Direktur Operasi IHH Healthcare Singapore, Noel Yeo mengatakan banyak staf asing dari Singapura yang pindah ke negara lain atau kembali ke negaranya. "Staf lokal yang pergi mengatakan mereka kelelahan karena jam kerja yang panjang dan perlu istirahat," katanya.

    IHH Healthcare Singapore membawahi empat rumah sakit swasta. Akibat minimnya jumlah perawat, ia terpaksa menawarkan biaya pencari untuk merekrut lebih banyak tenaga kesehatan.

    Hingga Rabu, Singapura melaporkan 2.079 kasus baru Covid-19 dan enam kematian akibat komplikasi. Kasus-kasus itu termasuk 40 infeksi dari asrama pekerja migran dan sembilan orang yang tiba dari luar negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.