Israel Beri Lampu Hijau untuk Pembangunan Pemukiman di Tepi Barat

Reporter

Bendera Israel yang di kibarkan di pemukiman para Yahudi mesianis di kawsan Achiya, West Bank, 5 Januari 2016. Pemukiman ini dihuni "Pemuda Hilltop", generasi baru ultra-religius yang benci negara Israel sekuler. REUTERS/Ronen Zvulun

TEMPO.CO, Jakarta - Israel pada Rabu, 24 November 2021, memberikan sinyalemen akan memberikan persetujuan atas pembangunan ribuan permukiman penduduk di Tepi Barat. Jika pembangunan ini benar-benar dilakukan, maka akan memperkuat tanah-tanah yang diduduki Israel, yang berbatasan dengan Yerusalem.

Sebagian besar negara-negara kekuatan dunia menganggap pembangunan wilayah pemukiman oleh Israel, ilegal. Sebab itu dilakukan dengan menggunakan wilayah milik Palestina.

Israel memberikan lampu hijau untuk sebuah lahan yang terletak di perbatasan timur Tepi Barat atau dekat dengan Kota Ramalah. Tempat itu disebut oleh warga Israel, Atarot, yang dulunya pernah menjadi sebuah bandara.     

Seorang demonstran Palestinia berlari saat bentrokan dengan militer Israel saat aksi penonalakan aneksasi Tepi Barat oleh Israel di Kafr Qaddum dekat Nablus, 3 Juli 2020. Israel berencana mencaplok wilayah Tepi Barat yang sudah berdiri pemukiman Yahudi. REUTERS/Mohamad Torokman

Wakil Wali Kota Yerusalem Arieh King, mengatakan rencananya akan disorongkan persetujuan untuk pembangunan 3 ribu unit rumah. Mereka juga sedang menyusun rencana pembangunan tambahan 6 ribu unit lainnya (pemukiman penduduk).

Warga Palestina menuntut agar Tepi Barat dan Jalur Gaza menjadi bagian dari Yerusalem Timur dan menjadi Ibu Kota Palestina. Sedangkan Israel memandang keseluruhan Yerusalem sebagai wilayah yang tidak bisa dibelah-belah.      

Amerika Serikat sudah memediasi perundingan damai, namun pada 2014 mentok. Washington telah mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel yang baru, tanpa secara eksplisit menyebut bagian mana saja yang didukungnya.

“Rencana pembangunan permukiman ini, ditujukan untuk mengakhiri pemisahan Yerusalem dari daerah terpencil kami di Palestina. Ini bagian dari upaya untuk mengisraelkan, Yahudisasi dan aneksasi,” demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Palestina.

    

Baca juga: Mesir Temukan Peninggalan Kota Era Yunani Romawi di Alexandria

Sumber: Reuters

     

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.   






Pemkot Depok Anggarkan Rp50 Miliar untuk Perbaikan Rumah Warga Tahun 2023

1 jam lalu

Pemkot Depok Anggarkan Rp50 Miliar untuk Perbaikan Rumah Warga Tahun 2023

Pemerintah Kota Depok menganggarkan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 2.211 unit pada tahun 2023 mendatang atau senilai kurang lebih Rp 50,8 miliar.


Israel Bunuh Dua Milisi Palestina di Tepi Barat

1 hari lalu

Israel Bunuh Dua Milisi Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel membunuh dua milisi Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat dalam bentrokan di kamp pengungsi Jenin


Tentara Israel Bunuh 5 Warga Palestina dalam Serangkaian Bentrokan di Tepi Barat

3 hari lalu

Tentara Israel Bunuh 5 Warga Palestina dalam Serangkaian Bentrokan di Tepi Barat

Bentrokan antara pasukan Israel dan warga Palestina sepanjang Selasa, 29 November 2022, menewaskan lima warga Palestina.


Syarat Bangunan Tahan Gempa Menurut Konsep Barrataga

3 hari lalu

Syarat Bangunan Tahan Gempa Menurut Konsep Barrataga

Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa atau Barrataga konsep mengenai rekayasa dan manajemen kegempaan


Tuding Anwar Ibrahim Agen Israel, Pemimpin Partai Islam Malaysia Dilaporkan

3 hari lalu

Tuding Anwar Ibrahim Agen Israel, Pemimpin Partai Islam Malaysia Dilaporkan

Presiden Partai Islam Malaysia dilaporkan ke polisi karena diduga menyebut Perdana Menteri Anwar Ibrahim sebagai agen Israel.


Rumah Barrataga, Apa Bermanfaat Tahan Gempa?

3 hari lalu

Rumah Barrataga, Apa Bermanfaat Tahan Gempa?

Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa atau Barrataga konsep mengenai rekayasa dan manajemen kegempaan


29 November: Hari Solidaritas Internasional Bersama Masyarakat Palestina, Ini Latar Belakangnya

3 hari lalu

29 November: Hari Solidaritas Internasional Bersama Masyarakat Palestina, Ini Latar Belakangnya

Hari ini, 29 November, dunia memperingatinya sebagai Hari Solidaritas Internasional Bersama Masyarakat Palestina. Begini latar belakangnya.


Perkuat Kerja Sama Pembangunan IKN, Menteri Basuki Temui 12 Perwakilan Investor Jepang

3 hari lalu

Perkuat Kerja Sama Pembangunan IKN, Menteri Basuki Temui 12 Perwakilan Investor Jepang

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan dengan sejumlah Delegasi Jepang yang dipimpin oleh Penasehat Utama Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Hiroto Izumi


Konstruksi Ferrocement untuk Bangunan Rumah, Apakah Tahan Gempa?

4 hari lalu

Konstruksi Ferrocement untuk Bangunan Rumah, Apakah Tahan Gempa?

Sistem konstruksi ferrocement sejenis beton bertulang yang berukuran tipis


Melempar Bom Rakitan ke Warga Palestina, 3 Tentara Israel Ditahan

4 hari lalu

Melempar Bom Rakitan ke Warga Palestina, 3 Tentara Israel Ditahan

Personel militer Israel melempar bom rakitan ke warga Palestina di Tepi Barat. Mereka ditahan atas dugaan melakukan aksi balas dendam.