Sadis, Korea Utara Tembak Mati Pelajar yang Edarkan Film Squid Game

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Para pemain mengenakan kostum yang terinspirasi dari acara Netflix Squid Game saat acara Halloween di sebuah taman hiburan di Beijing, Cina, Sabtu, 30 Oktober 2021. Sebuah sekolah di Amerika Serikat melarang siswanya memakai kostum bertema Squid Game karena serial tersebut dianggap mengandung kekerasan. REUTERS/Thomas Peter

    Para pemain mengenakan kostum yang terinspirasi dari acara Netflix Squid Game saat acara Halloween di sebuah taman hiburan di Beijing, Cina, Sabtu, 30 Oktober 2021. Sebuah sekolah di Amerika Serikat melarang siswanya memakai kostum bertema Squid Game karena serial tersebut dianggap mengandung kekerasan. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pelajar di Korea Utara akan dieksekusi mati setelah kedapatan mengedarkan film seri Squid Game yang tayang di Netflix. Pelajar pria itu menyelundupkan salinan serial Squid Game dengan versi digitalsetelah kembali dari China.

    Film seri itu disimpan di USB flash drive tersembunyi. Salinan film itu dijual ke beberapa temannya. Namun nahas, aksinya diketahui oleh dinas pengawas negara hingga ia ditangkap.

    Penangkapan pria itu terjadi di provinsi Hamgyong Utara di Korea Utara yang berbatasan dengan China. Radio Free Asia melaporkan bahwa satu siswa yang membeli salinan drive tersebut telah menerima hukuman seumur hidup. Enam lainnya yang menonton tayangan Squid Game telah dijatuhi hukuman kerja paksa selama lima tahun.

    Korea Utara memiliki larangan ketat terhadap materi dari Barat dan Korea Selatan yang diizinkan masuk ke negara itu. Para pejabat kini sedang mencari tayangan lain yang ditonton oleh siswa di sekolah.

    Beberapa guru kabarnya telah dipecat atau terancam diasingkan untuk bekerja di tambang terpencil sebagai hukuman. "Ini semua dimulai minggu lalu ketika seorang siswa sekolah menengah diam-diam membeli USB flash drive yang berisi Squid Game drama Korea Selatan dan menontonnya dengan salah satu sahabat di kelas," kata sumber penegak hukum.

    Sumber itu mengatakan pasangan tersebut mendiskusikan serial itu dengan teman-temannya yang tertarik dan membeli salinan film tersebut. Para siswa itu kemudian ditangkap oleh dinas pengawasan pemerintah setelah mendapat informasi mereka sedang menonton acara televisi Barat.

    Total ada 7 siswa yang ditangkap. Hal ini menandai pertama kalinya pemerintah menerapkan undang-undang baru tentang Penghapusan Pemikiran dan Budaya Reaksioner. Kasusnya melibatkan anak di bawah umur.

    Korea Utara menerapkan hukuman mati untuk orang yang membawa tayangan dari Korea Selatan atau dari Barat. Sedangkan untuk yang menonton, menyimpan atau mendistribusikannya akan mendapat hukuman maksimal.

    Menurut seorang sumber, pemerintah menganggap insiden itu sangat serius. "Komite Pusat telah memberhentikan kepala sekolah, sekretaris pemuda mereka, dan wali kelas mereka," ujarnya.

    Setelah penyelundupan film Squid Game terungkap, pihak berwenang Korea Utara mulai menjelajahi pasar untuk mencari video yang berisi tayangan dari media asing.
    "Penduduk gemetar ketakutan. Mereka akan dihukum tanpa ampun karena membeli atau menjual perangkat penyimpanan memori, tidak peduli seberapa kecilnya,' kata sumber yang meminta namanya disembunyikan kepada Radio Free Asia.

    Baca: Boneka Younghee dalam Serial Squid Game Dipajang di Taman Kota Seoul

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.